Di dalam surat tanggal 20 januari 1965, Indonesia mengumumkan pengunduran dirinya dari PBB "pada saat ini dan dalam keadaan saat ini pula".
Melalui telegram tertanggal 19 September 1966, Indonesia mengumumkan keputusannya untuk "kembali bekerjasama secara penuh dengan PBB dan turut ambil bagian dalam semua kegiatannya".
Pada tanggal 28 September 1966, Majelis Umum mencatat keputusan tersebut dan Presiden mengundang para perwakilan Indonesia untuk mengambil kursi di Majelis.
Alamat: 325 East 38th Street, New York, NY 10016 Tel.: (212) 972-8333
peLayanan Masyarakat
How to Prevent H1N1 Virus ?
UNIC DI SELURUH DUNIA
WASPADILAH PENIPUAN MENGATASNAMAKAN UNITED NATIONS. CLICK HERE
29 Juli – Layangan bertebangan diatas Gaza ketika anak-anak di Summer Camp PBB meraih rekor dunia - Lebih dari 6.200 anak yang ikut berpartisipasi dalam summer camp di Jalur Gaza yang diadakan oleh badan Perserikatan Bangsa Bangsa pendamping pengungsi Palestina telah memecahkan rekor dunia mereka sendiri untuk jumlah layangan yang diterbangkan dalam waktu yang sama. LANJUT
29 Juli – Investasi pada pendidikan dan pekerjaan merupakan kunci utama dalam meningkatkan pembangunan di Laos - PBB - Laporan terbaru yang dibuat bersama oleh PBB dan Laos menganjurkan kepada pihak yang berwewenang di negara-negara kawasan Asia Tenggara untuk menginvestasikan lebih pada pendidikan sama seperti memajukan kesehatan dan pekerjaan yang layak untuk mencapai target pembangunan ekonomi dan sosial. LANJUT
29 Juli– Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan keamanan sekolah dan rumah sakit dalam skema yang didukung PBB - Indonesia pada hari Kamis (29/07) berjanji untuk meningkatkan keamanan bagi lebih dari 3,000 sekolah dan 100 rumah sakit sebagai bagian dari komitmennya untuk program PBB dalam memperkuat stuktur bangunan, dimana konstruksi yang buruk dapat menyebabkan angka kematian yang tinggi pada saat terjadi gempa bumi atau bencana lainnya. LANJUT
28 Juli – Sekretaris-Jenderal akan memberikan penghormatan kepada para korban bom atom di Hiroshima dan Nagasaki- Ban Ki-moon direncanakan untuk menjadi Sekretaris-Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa pertama yang akan menghadiri Upacara Peringatan Perdamaian pada peringatan penyerangan nuklir di Hiroshima ketika beliau mengunjungi kota-kota Jepang Selatan di minggu yang akan datang. LANJUT