United Nations Information Centre - Jakarta
 

Ban berpakaian kasual untuk ‘mendinginkan’ PBB

 

1 Agustus – Sebagai pengganti dari setelan jas formal yang biasa dipakai, Sekretaris-Jenderal PBB mengenakan pakaian yang lebih kasual, sebagai bagian dari inisiatif “Cool UN” yang bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca oleh  dunia tersebut, yang diresmikan pada hari Jumat ((1/7).

Ketiga pola rencana ditujukan untuk membatasi penggunaan dari AC, mengurangi emisi dan menghemat dana PBB.

“Kami tidak hanya melepaskan jas dan dasi,” Ban menuturkan kepada wartawan, dan menambahkan bahwa acara “Cool UN” di Sekretariat New York akan membuat penghematan pemakaian energi sebesar 10 persen. Penggunaan tenaga uap akan dipotong sebesar 4 juta pound, setara dengan 300 ton karbondioksida yang berkaitan dengan emisi gas rumah kaca.

PBB memperkirakan bahwa rencana tersebut juga akan menghemat kondisi keuangan lebih dari $100,000.

Jika inisiatif ini dilanjutkan hingga bulan Agustus dan musim dingin, penghematan akan menjadi lebih baik, menurut Sekretaris-Jenderal.

Mengajak dukungan dari seluruh badan anggota PBB beserta para Negara-negara Anggota, Ban mengatakan bahwa “sesungguhnya, ini akan menjadi sesuatu yang sangat penting dalam supaya mengatasi perubahan iklim.”

Kantor utama PBB di Bangkok, yang menampung lebih dari 12 badan PBB, bergabung dengan Sekretariat pada hari Jumat (1/7) dalam melaksanakan rencana “Cool UN”.

Seperti Sekretariat di New York yang menaikkan thermostats lima derajat dari 72 ke 77 derajat Fahrenheit di hampir seluruh bagian gedung, ESCAP menaikkan suhu sebanyak 2 derajat Celcius. Banyak pula pegawai yang datang memakai pakaian kasual dan pakaian nasionalnya.

“Cool UN” hanya merupakan salah satu dari beberapa rencana ESCAP yang bermaksud untuk mengurangi pemakaian energi dan gas emisi rumah kaca. Sejak tahun 2002, telah menghemat konsumsi listrik sebesar 16 persen setiap tahunnya dengan mengganti peralatan yang lama dan tidak efisien seperti pembangkit tenagalift, AC, lampu dan pompa.

ESCAP juga menjalankan proyek tenaga surya dan turbin angin, dan penggunaan air telah berkurang 30 persen setiap tahun melalui WC hemat air dan menggunakan air daur ulang untuk taman utamanya.

Translated by Cita Rianti