United Nations Information Centre - Jakarta
 

Ban mengajak seluruh Negara-negara Anggota dan penduduk pribumi untuk saling bekerjasama

 

9 Agustus – Penderitaan penduduk pribumi di seluruh dunia “termasuk peristiwa terkelam dalam sejarah manusia,” tutur Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon pada hari Sabtu (9/08), menandai acara tahunan Hari Internasional Penduduk Pribumi Dunia.

Dalam pesannya untuk menandai Hari tersebut, peringatan pertama sejak Deklarasi Hak Asasi Penduduk Pribumi yang diadopsi tahun lalu, Ban mengatakan Deklarasi ini “menyediakan kesempatan berharga bagi Negara dan penduduk pribumi untuk memperkuat hubungan mereka, mempromosikan  rekonsiliasi dan jaminan bahwa kejadian di masa yang lalu tidak akan terulang lagi.”

Beliau mengajak seluruh Negara-negara Anggota PBB dan sekitar 350 juta penduduk pribumi di belahan dunia untuk “memberdayakan Deklarasi sebagai dokumen hidup sehingga memiliki dampak nyata dan positif bagi seluruh dunia.”

Mengingat bahwa tahun 2008 juga merupakan Tahun Internasional Bahasa, Ban menyerukan langkah segera untuk melindungi dan mempromosikan bahasa yang hampir punah, dan memastikan adanya  konservasi bagi generasi mendatang. Beliau menekankan bahwa ada krisis dalam bahasa di dunia, terutama bahasa yang dipergunakan oleh penduduk pribumi.

“Hilangnya beberapa bahasa ini tidak hanya dapat melemahkan keragaman budaya dunia, namun juga pengetahuan bersama sebagai umat manusia,” Kata Beliau.

Ban mengatakan Hari tersebut diresmikan pada tahun 1994 untuk menggambarkan keinginan PBB dalam mempromosikan dan melindungi hak penduduk pribumi, dan “untuk mengakhiri keterbatasan kebebasan, kemiskinan, dan pengambilan alih tanah lahir mereka juga pelanggaran terhadap hak asasi manusia yang mereka alami dan akan terus mereka hadapi.”

Dalam pernyataan terpisah, Administrator Program Pembangunan PBB (UNDP) Kemal Dervis mengingatkan bahwa penduduk pribumi memiliki resiko besar untuk menjadi penduduk yang tidak dapat mencapai sasaran anti-pemiskinan yang dikenal dengan Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs).

 “Penduduk pribumi seringkali menjadi populasi yang termarginalisasikan dalam masyarakat, terkucil dari akses pelayanan kesehatan, pendidikan, dan partisipasi dalam proses yang mempengaruhi masa depan mereka,” menurut beliau.

Dervis menekankan bahwa UNDP telah bekerjasama dengan seluruh pemerintah nasional di dunia untuk meningkatkan hak dan pembangunan perekonomian penduduk pribumi.

Direktur Eksekutif UNICEF Ann M. Veneman mengatakan bahwa untuk Deklarasi menjadi kenyataan, haruslah “dibarengi dengan kemauan politik yang kuat dan kebijakan publik serta alokasi dana.”

Diterjemahkan oleh Cita Rianti