United Nations Information Centre - Jakarta
 

Konferensi PBB mendatang fokus pada Deklarasi Hak Asasi Manusia

 

19 Agustus - Sekitar 2000 kelompok masyarakat madani diharapkan menghadiri konferensi tahunan Departemen Informasi Publik PBB (DPI) mendatang pada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dimana tahun ini akan fokus pada perayaan ke-60 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, tutur  seorang pejabat senior PBB pada hari Selasa (19/08).

Kiyotaka Akasaka, Wakil-Sekretaris-Jenderal untuk Komunikasi dan Informasi Publik, mengatakan pada taklimat pers bahwa Konferensi DPI-NGO akan diselenggarakan di Paris dari tanggal 3 hingga 5 September, untuk pertama kalinya acara ini diselenggarakan di luar New York sejak diresmikan 61 tahun yang lalu.

Akasaka menambahkan bahwa beliau mengharapkan tempat pelaksanaan yang baru ini dapat memberikan kesempatan untuk mencapai anggota baru LSM, terutama di negara-negara berkembang.

Tema konferensi tahun ini yaitu “Menguatkan kembali Hak Asasi untuk semua - Deklarasi Universal pada 60 Tahun”. Akasaka menggambarkan fokusnya pada hak asasi manusia sebagai “sudah waktunya dan relevan.”

Para peserta utama diharapkan termasuk mantan Menteri Kesehatan Perancis dan aktivis HAM Simone Veil, dan Ingrid Betancourt, yang baru saja dibebaskan setelah enam tahun dalam penahanan di Kolombia, yang akan memberikan sambutan melalui sambungan video dari markas besar PBB. Konferensi ini memiliki format yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dengan panel ahli dan para pembela HAM turut andil dalam diskusi meja-bundar tersebut.

Ketua Konferensi, Shamina de Gonzaga, mengatakan pada pertemuan bahwa tidak ada jaminan bahwa Deklarasi Universal tidak diimplementasikan secara penuh, para peserta konferensi masih menjajaki cara kerja LSM, PBB dan para Negara Anggota dalam upaya menjadikannya kenyataan.

Dalam mempersiapkan konferensi ini, DPI telah meluncurkan sebuah situs dalam bahasa Inggris dan Perancis, yang dirancang untuk memberikan informasi yang berguna bagi LSM yang berpartisipasi dalam konferensi tersebut.

Translated by Indira Ardiwidjaja