United Nations Information Centre - Jakarta
 

Perempuan Kamboja pengidap HIV diberi dorongan oleh perancang mode dan PBB

 

4 September - Program Pembangunan PBB (UNDP), perancang mode terkenal Bibi Russell dan Perempuan Kamboja pengidap HIV bergabung bersama untuk meluncurkan sederetan rancangan tas terbaru.

Berbagai produk dari label baru “Bibi for WE” akan diproduksi dan dipasarkan oleh Modern Dress Sewing Factory (MDSF), sebuah jaringan bagi seluruh Perempuan Kamboja pengidap HIV positif.

“Jika Anda mau turun tangan membantu Perempuan pengidap HIV dengan kasih sayang juga dengan kepercayaan diri, mereka dapat membuat keajaiban dengan jari mereka,” tutur Russell, yang pernah ditunjuk sebagai Seniman untuk Perdamaian di Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) dan mendirikan “Fashion for Development” yang bertujuan untuk membantu para penenun dan perempuan di seluruh dunia.

Berbagai tas tersebut - dirancang dengan gaya modern dan menggunakan bahan lokal seperti sutra Kamboja - akan dijual di seluruh dunia, dan Russell melatih para Perempuan untuk turut serta dalam proses pemilihan bahan, rancangan, sentuhan akhir, dan pengawasan mutu. 

“Kami tidak ingin belas kasihan, melainkan dukungan untuk dapat hidup dihargai dan bermartabat,” menurut Pham Srim, Manajer Bisnis MDSF.

Kemiskinan yang parah, stigma dan diskriminasi telah menghalangi upaya dalam mencari mata pencaharian, serta berbagai masalah kesehatan yang terus-menerus semakin memperburuk permasalahan yang ada, menurut beliau.  

“Proyek ini membantu kita untuk mandiri, mencari nafkah dan tidak terganggu oleh stigma dan diskriminasi yang menghadapi kita,” tambah Srim.

Label baru ini adalah bagian dari program UNDP yang lebih besar bertajuk “Women and Wealth” di Kamboja dan India yang bertujuan untuk memberdayakan perempuan pengidap HIV melalui perusahaan sosial berskala kecil. Di India, rekan sejawat MDSF adalah Social Light Communications yang memfokuskan pada rancangan komunikasi dan produksi cetak.

Hampir sepertiga pengidap HIV positif dewasa di Asia adalah perempuan, dan mereka terkena dampak yang tidak sepadan dari epidemik ekonomi dan sosial, menurut UNDP.

Diterjemahkan oleh Cita Rianti