United Nations Information Centre - Jakarta
 

Pimpinan PBB dan WHO bertemu manufaktur vaksin

 

Jenewa – Direktur-Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Margaret Chan dan Sekretaris-Jenderal PBB Ban KI-moon bertemu dengan lebih dari 30 manufaktur vaksin dari Negara-negara maju dan berkembang di markas besar WHO pada hari Selasa (19/05). Keduanya, Direktur-Jenderal dan Sekretaris-Jenderal menekankan pentingnya meyakinkan bahwa vaksin apapun pada akhirnya untuk influenza A(H1N1) harus tersedia dengan semangat keadilan dan kejujuran, dan meminta manufaktur untuk melanjutkan kerjasama untuk membangun strategi pabrik pembuat vaksin tersebut. Para wakil industri menyatakan harapannya dalam bekerjasama dalam menyediakan persediaan di Negara-negara, dan mengatakan mereka siap untuk memproduki vaksin jika diminta.

Dalam konferensi pers pada hari yang sama, Dr Chan mengatakan bahwa “Kita memiliki komitmen yang kuat dengan perusahaan-perusahaan di utara dan selatan untuk bekerja sama dengan WHO. “Beliau juga mengatakan bahwa Sekeretaris-Jenderal mempunyai kemampuan untuk memobilisasi sumber daya “yang sangat penting ketika dunia berada dibawah ancaman dari sebuah pandemik.” Bersama dengan PBB dan anggota-anggota komunitas global lainnya, WHO akan berupaya mencapaian mekanisme pembiayaan inovatif untuk meyakinkan bahwa Negara-negara berkembang tidak akan sulit mendapatkan akses terhadap vaksin karena kekurangan sumber.

Keduanya, Direktur-Jenderal dan Sekretaris-Jenderal mengungkapkan apresiasi mereka atas berbagai upaya dari para manufaktur, dengan dukungan dari pemerintah guna meningkatkan kapasitas produksi mereka.

Meskipun WHO bukan badan pendanaan, Dr Chan mangatakan dia mengambil tugas ini sebagai bagian dari tugasnya untuk membantu mereka yang miskin. “Atas nama solidaritas, saya telah mengulurkan tangan kepada para manufaktur vaksin,” tutur beliau. “kami akan mencari mekanisme yang berbeda guna menjamin masyarakat dan negara miskin tidak ditinggalkan.” Beliau juga mengatakan  bahwa beliau telah berbicara dengan UNITAID, GAVI dan Bank Dunia dan yayasan untuk membantu dalam hal pendanaan. Direktur-Jenderal mengatakan beliau akan bertemu dengan manukfaktur vaksin secara pribadi untuk mengembangkan sebuah strategi guna menjamin vaksin selalu tersedia.

Dalam tanggapannya atas pertanyaan mengenai fase perubahan peringatan, Dr Chan menjelaskan bahwa definisi WHO tentang fase siaga dikembangkan dari latar belakang H5N1 flu burung. Influensa A(H1N1) memiliki sisi yang berbeda, yang sejauh ini tidak begitu berbahaya dan membatasi diri, tidak seperti H5N1, yang memiliki tingkat kematian 50 – 60%. Pada Majelis Kesehatan Dunia yang sedang berlangsung, beliau mengatakan bahwa Negara-negara Anggota telah meminta WHO memberikan kriteria lainnya selain wilayah yang telah terjangkit sebelum melanjutkan ke fase 6. Peringatan oandemik kini berada di fase 5.

Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon juga mengunjungi Kantor JW Lee untuk  Pusat Strategi Kesehatan (yang dikenal sebagai SHOC room) di Markas Besar WHO, Pusat tanggap darurat WHO.

 

For more information, please contact
WHO Department of Communications, Geneva
Thomas Abraham, Mobile: +41 79 516 3136, E-mail: abrahamt@who.int, Fadéla Chaib, Mobile: +41 79 475 5556, E-mail: chaibf@who.int; Nyka Alexander, Mobile: + 41 79 475 7061; E-mail: alexandern@who.int Gaya Gamhewage, Mobile: + 41 79 475 5563, E-mail: gamhewageg@who.int; Media inquiries, Telephone: +41 22 791 2222, E-mail: mediainquiries@who.int.