![]() |
|
Angka kematian tembus 3,500 sementara tindakan kekerasan Suriah terus berlanjut, ujar kantor HAM PBB |
||||
|
8 November 2011 – Tindakan brutal terhadap pembangkang di Suriah terus berlanjut meskipun rencana perdamaian ditandatangani oleh Liga Arab minggu lalu, kantor hak asasi manusia PBB melaporkan pada hari Selasa (8/11), menambahkan bahwa angka kematian kini melebihi 3,500. “Kami benar-benar prihatin akan situasi dan kegagalan Pemerintah mengambil pelajaran dari panggilan internasional dan regional untuk mengakhiri pertumpahan darah,” Ravina Shamdasani, juru bicara Kantor Komisioner Tinggi untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), kepada wartawan di Jenewa. Lebih dari 60 orang dilaporkan telah dibunuh oleh pasukan militer dan keamanan baru-baru ini, termasuk setidaknya 19 orang pada hari Minggu (6/11), ujar Shamdasani. |
|||
Sementara Pemerintah Suriah mengumumkan pembebasan 553 orang tahanan pada hari Sabtu (5/11) di acara Hari Raya Muslim Idul Adha, sepuluh dari ribuan orang tetap berada dalam tahanan dan dengan semena-mena ratusan orang terus ditahan setiap harinya. Di samping itu, pasukan Suriah terus menggunakan tank dan senjata berat untuk menyerbu area pemukiman di kota Homs. Situasi di sekitar Baba Amr sangat mengerikan, ujar Shamdasani. Menurut informasi yang diterima oleh OHCHR, daerah tersebut telah dikepung selama tujuh hari, dimana penduduk mengalami kekurangan makanan, air dan obat-obatan. Minggu lalu Suriah telah dilaporkan menerima rencana yang diajukan oleh Negara-negara Liga Arab termasuk pembebasan tahanan, penarikan pasukan dari jalanan dan melakukan perundingan antara Pemerintah dan oposisi. Para demonstran mulai memenuhi jalanan di Suriah pada bulan Maret sebagai bagian dari gerakan pro-demokrasi yang meluas di seluruh Afrika Utara dan Timur Tengah pada tahun ini yang telah menggulingkan rezim pemerintahan di Tunisia, Mesir dan Libya. Diterjemahkan oleh Marita Kurniasari Permata Dewi |
||||
|
||||