‘Badai kelaparan’ ancam 2,5 juta rakyat Sudan Selatan – Pejabat PBB

 

15 Desember 2011 – Tanaman yang rusak berbaur dengan konflik dan ketidakamanan mengancam keberadaan 2,5 juta penduduk Sudan selatan – negara paling baru – dalam kondisi kritis jika bantuan pangan tidak segara disediakan, Program Pangan Dunia (WFP) PBB mengingatkan pada hari Kamis (15/12).

“Sebuah badai kelaparan sedang menghampiri Sudan Selatan, akibat gagal panen dan kekacauan pasar,” menurut Direktur WFP di Sudan Selatan Chris Nikoi. “Harga pangan telah naik dua hingga tiga kali lipat di beberapa wilayah, meninggalkan ratusan ribu anak menjadi rentan terhadap malnutrisi pada tahap paling penting dalam pertumbuhan kehidupan mereka.”

Hujan tak menentu telah merusak tanaman, dan penutupan perbatasan antara Sudan dan Sudan Selatan telah menganggu perdagangan pangan, yang mengarah kepada kekurangan dan harga pangan yang tinggi. Konflik dan ketidakamanan telah mengoyak situasi. Sudan Selatan telah terkoyak akibat kekerasan etnis sejak memerdekakan diri pada bulan Juli dari Sudan, dan kehadiran kelompok bersenjata dan militan di seluruh negeri, serta meningkatnya pengungsi juga menambah kesulitan.

Dalam sebuah siaran pers yang dikeluarkan oleh badan tersebut, WFP mengatakan akan meningkatkan operasinya untuk mendukung 2,7 juta orang yang kelaparan dan terimbas oleh konflik pada tahun 2012. Bantuan akan termasuk makanan tambahan berenergi tinggi kepada 500,000 anak, perempuan hamil dan para ibu yang menyusui.

Sebagai tambahan kepada bantuan darurat, WFP akan membantu masyarakat dan keluarga menjadi lebih mandiri dan produktif melalui kegiatan pangan-untuk-aset, sementara merancang kerangka proyek-proyek lainnya untuk membangun ketahanan jangka panjang.

WFP menekankan bahwa salah satu tantangan utama mendatang akan membuat persediaan yang dapat diakses akibat infrastruktur yang dikombinasikan dengan konflik dan ketidakamanan yang semakin tumbuh.

WFP mengestimasikan akan memerlukan sekitar $92 juta untuk menangani masalah kelaparan di Sudan Selatan dalam empat bulan pertama tahun depan.