![]() |
|
Ban dan Dewan Keamanan secara keras mengutuk serangan teroris di Nigeria |
||||
|
5 November – Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon dan Dewan Keamanan telah mengutuk keras serangan pada hari Jumat (4/10) di Nigeria yang mengakibatkan kematian dan luka-luka, serta perlu membawa para pelaku ke meja hijau. Setidaknya 65 orang tewas di kota-kota sebelah timur laut Damaturu dan Potiskum, menurut laporan media, setelah gerilyawan Islam membom berbagai gereja, masjid dan kantor-kantor polisi dan melakukan baku tempat selama berjam-jam dengan polisi. Kelompok ekstrimis yang dikenal dengan Boko Haram mengatakan bertanggungjawab atas serangan tersebut. Ini adalah kelompok yang sama atas serangan terhadap Gedung PBB di Abuja Agustus lalu tang mengakibatkan 24 orang tewas, termasuk 12 pegawai PBB. |
|||
Ban, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh jurubicaranya, mengungkapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga, dan mengatakan bahwa dia berharap para pelaku untuk segera diadili. “Ban juga menegaskan kembali bahwa tidak ada alasan apapun yang bisa diterima atas nama kekerasan,” pernyataan itu menambahkan. Dalam sebuah pernyataan kepada pers, Dewan menggarisbawahi perlunya membawa para pelaku, otak perencana, pendukung dana “yang tercela” ini dibawa ke pengadilan, dan mendesak semua Negara untuk bekerjasama dengan Nigeria untuk mengakhirinya. “Negara-negara Anggota Dewan Keamanan menyakinkan kembali bahwa segala bentuk terorism dan manifestasinya adalah sebuah kejahatan dan tidak bisa dibenarkan, apapun itu motifnya, dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun dan tidak boleh dikaitkan dengan agama apapun, kebangsaan, keberadaban atau kelompok etnis apapun,” menurut pernyataan. |
||||
|
||||