Ban desak rakyat Liberia to jaga perdamaian meski ada perselisihan dalam pemilu

 

4 November 2011 – Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon pada hari Jumat (4/10) mendesak rakyat Liberia untuk menahan diri dari kekerasan meski ada perselisihan politik, dan mendorong mereka untuk menjaga perdamaian selama putaran kedua dari pemilihan presiden yang dijadwalkan hari Selasa (8/10)

Ban mengatakan bahwa beliau mendukung upaya bersama oleh Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) dan Utusan Khususnya untuk Liberia, Ellen Margrethe Løj, untuk mempromosikan dialog dan membangun keyakinan selama proses pemilihan.

Pada peluncuran pemilihan president hari Selasa, pemenang Hadiah Perdamaian Nobel Ellen-Johnson-Sirleaf berhadapan dengan penantang Winston Tubman, yang menduduki urutan kedua pada putaran pertama dalam putaran pemilihan pada tanggal 11 Oktober, tetapi media melaporkan pada hari Jumat (4/10) mengindikasikan bahwa Tubman telah mengancam untuk melakukan boikot pada perhitungan suara, dan menuduh bahwa hasilnya tidak akan jujur

“Sekretaris-Jenderal menekankan betapa pentingnya sebuah pemilihan yang damai dan transparan dan meyakinkan bahwa Misi PBB di Liberia (UNMIL) untuk mendukung pihak Liberia, sesuai dengan mandatnya,” menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicanya

Enam belas kandidat, termasuk Johnson Sirleaf, memimpin putaran pertama, dengan memenangkan 50 persen ditambah satu dari jumlah suara. Johnson Sirleaf mendapatkan 43.9 persen dari jumlah 1.3 juta suara, sementara Tubman hanya mendapatkan 32.7 persen.

PBB telah melakukan misi perdamaian di Liberia sejak 2033 untuk mendukung perjanjian gencatan senjata guna mengakhiri perang selama berdekade yang telah menewaskan hamper 150,000 orang, kebanyakan sipil, dan membuat sekitar 850,000 ribu mengungsikan diri ke Negara tetangga. Mandat tersebut termasuk membantu restorasi perundang-undangan dan proses demokrasi serta memfasilitasi bantuan kemanusiaan. Saat ini kekuatan UNMIL didukung oleh 7,775 personil militer dan lebih dari 1,300 polisi.

UNMIL menyediakan bantuan logistik berupa keperluan untuk pendaftaran pemilih di lokasi terpencil dan membantu polisi nasional membangun keamanan yang terintegrasi dan rencana darurat dalam pemilihan mendatang. UNMIL juga mengirimkan lebih banyak pasukan untuk di darat dan meningkatkan patrol udara guna meningkatkan keamanan.

Johnson Sirleaf memenangkan putaran presiden pertama setelah perang pecah di tahun 2005, dan menjadi presiden perempuan pertama untuk memimpin sebuah Negara di Afrika.