![]() |
|
Ban kenang mantan kepala PBB Dag Hammarskjöld sebagai pemimpin perdamaian yang penuh kesadaran |
||||
|
12 Oktober 2011 - Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon pada hari Rabu (12/11) memberikan penghormatan kepada salah satu pendahulunya, Dag Hammarskjöld, yang meninggal dunia 50 tahun lalu, mengenang beliau sebagai pemecah masalah yang selalu mendulukan tindakan berdasarkan keyakinan dan prinsip. Hammarskjöld selalu berpedoman kepada suara hati yang mengatakan “jangan melakukan tindakan yang populer atau berdasarkan ekspektasi orang-orang, [tetapi] selalu ikuti apa yang beliau yakini benar,” menurut Ban, berbicara di sisi makam Hammarskjöld di Uppsala, Swedia. “Itulah sebabnya beliau tampil menonjol di antara para pemimpin abad lalu.” Hammarskjöld memimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak 1953 sampai kematiannya pada September 1961, yang mana beliau menjadi salah satu dari 16 korban kecelakaan pesawat di daerah yang dahulu dikenal sebagai Rhodesia Utara –sekarang Zambia- dalam perjalanan menuju Katanga, di sebuah negara yang sekarang dikenal sebagai Republik Demokratik Kongo (DRC), untuk menegosiasikan sebuah gencatan senjata. |
|||
“Hari ini (12/10), dalam kesunyian di peristirahatan ini, saya memiliki kesempatan untuk melakukan hal lain, sesuatu yang juga merupakan salah satu kekuatan Hammarskjöld: untuk berdiri di dalam renungan yang hening. Untuk merenungkan apa makna dari berjuang demi kepentingan yang lebih besar, dan apa yang perlu dilakukan untuk memenuhinya,” menurut Ban. Beliau menceritakan bagaimana dirinya sebagai seorang siswa sekolah dasar pada 1956 membacakan surat di depan kelas, menyerukan Hammarskjöld untuk menolong rakyat Hungaria, yang pada saat itu tengah didera gerakan prodemokrasi. Tertulis dalam surat tersebut: “Bapak Sekretaris-Jenderal, tolong bantu rakyat Hungaria agar mereka bisa memiliki kebebasan dan demokrasi.” Ban mengatakan bahwa beliau pernah berharap, ketika menjabat sebagai Sekretaris-Jenderal pada 2006, akan menerima permohonan-permohonan serupa dari kaum muda di seluruh dunia. “Dalam kehidupan nyata, sayangnya saya masih menerima permintaan semacam itu dari banyak orang, terutama dari negara-negara Arab, Afrika Utara, dan berbagai belahan dunia lainnya dimana rakyat ditekan, tidak memiliki kebebasan berekspresi, kebebasan untuk berkumpul. “Kita harus bekerja sama untuk menjunjung prinsip dasar demokrasi bagi orang-orang ini, dan semua orang, laki-laki dan perempuan, baik negara-negara besar maupun kecil, kaya maupun miskin, bisa menikmati kebebasan hakiki dan hidup tanpa rasa takut. Inilah yang harus kita lakukan, mengangkat obor yang telah ditinggalkan oleh Dag Hammarskjöld kepada kita. Saya berkomitmen kepada misi tersebut,” kata Ban sebelum memimpin semua hadirin untuk mengheningkan cipta untuk Hammarskjöld. Berbicara kepada reporter dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Fredrik Reinfeldt, Sekretaris-Jenderal mengatakan bahwa mereka telah membahas beberapa masalah penting, termasuk perkembangan situasi di Timur Tengah dan Libya, termasuk juga upaya-upaya untuk membantu negara-negara miskin mencapai target-target sosial-ekonomi yang dikenal sebagai Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs). Beliau juga bertemu dengan Menteri Kerjasama Pembangunan Internasional Swedia, Gunilla Carlsson, yang menurut beliau memainkan peranan penting sebagai anggota Panel Tingkat Tinggi untuk Keberlanjutan Global. Ban mengemukakan bahwa Swedia merupakan salah satu donatur PBB yang paling loyal, menyediakan sumber daya, ide-ide dan kepemimpinan yang berarti. “Swedia hanya merupakan kurang dari satu persen masyarakat global, tetapi lebih dari lima persen perwakilan dan pejabat tinggi PBB berasal dari sana. Saya bangga kepada mereka, dan Anda juga seharusnya bangga. Kami juga memiliki staf Swedia di delapan misi penjaga perdamaian, dari Liberia ke Afghanistan; dari Sudan Selatan ke Haiti,” beliau mengatakan. Sekretaris-Jenderal juga mengucapkan selamat kepada penulis Swedia Tomas Tranströmer, pemenang Hadiah Nobel Sastra tahun ini. “Perserikatan Bangsa-Bangsa sangat bangga bahwa badan kami, UNESCO [UN Educational, Scientific and Cultural Organization] pernah mempublikasikan beberapa karya beliau dalam sebuah antologi puisi Swedia,” beliau mengatakan. Diterjemahkan oleh Anisa Menur |
||||
|
||||