Ban kutuk pembunuhan terhadap demonstran sipil di Suriah baru-baru ini

 

29 Oktober 2011 -Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon pada hari Sabtu (29/10) mengutuk pembunuhan terhadap lusinan demonstran di Suriah, dan mendesak Pemerintah untuk segera mengakhiri operasi militernya terhadap sipil dan memberikan jawaban terhadap tuntutan reformasi rakyat.

Para media melaporkan sekitar 40 orang dibunuh selama beberapa hari di Homs dan Hama di Suriah pusat, yang mengakibatkan jumlah korban lebih dari 3,000 orang sejak rakyat melakukan protes tujuh bulan lalu.

Protes tersebut adalah bagian dari pro-demokrasi yang terjadi di Afrika Utara dan Timur Tengah tahun ini terhadap regim yang ada di Tunisia, Mesir dan Libya.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicaranya pada hari Sabtu (29/10), Ban mengutuk terjadinya pembunuhan baru-baru ini.

“Sekretaris-Jenderal percaya bahwa panggilan rakyat Suriah untuk perubahan harus mendapatkan jawaban terhadap reformasi, bukan oleh tekanan dan kekerasan,” pernyataan tersebut menyatakan.

“Ban meminta operasi militer terhadap rakyat dihentikan segera, dan meminta semua tahanan politik untuk dibebaskan dan bagi mereka yang ditahan berkaitan dengan partisipasi mereka dalam protes untuk dibebaskan pula. Ban menekankan pula bahwa kekerasan tidak bias diterima dan harus segera dihentikan.

Ban serta beberapa pejabat tinggi PBB lainnya, termasuk Navi Pillay, Kepala Hak Asasi Manusia, teah berulang kali menyuarakan keprihatinannya atas tanggapan Pemerintah sejak terjadinya protes.