Ban minta Bahrain untuk laksanakan hasil laporan penindasan

 

24 November 2011 – Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon pada hari Kamis (24/11) menyerukan pada Pemerintah Bahrain untuk mengimplementasikan rekomendasi-rekomendasi dari investigasi independen mengenai penindasan mematikan oleh pasukan keamanan terhadap demonstran sipil di awal tahun ini di kerajaan Arab.

The Bahrain Independent Commission of Inquiry, dikepalai oleh Profesor Cherif Bassiouni, menemukan bahwa Pemerintah memaksa untuk menggunakan kekerasan yang berlebihan selama penindasan pada bulan Februari dan Maret dan telah menyiksa beberapa tahanan, menurut laporan media.

Laporan, yang telah ditugaskan oleh raja di awal tindakan kekerasan, dikeluarkan pada hari Rabu (23/11).

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara beliau, Ban menyambut perilisan laporan tersebut dan mengatakan bahwa beliau sedang mempelajarinya, bersama dengan Komisi Tinggi HAM PBB Navi Pillay dan penasihat-penasihat senior lainnya. Beliau menyatakan bahwa PBB juga akan mempelajari tindak lanjut Pemerintah.

“Sekretaris-Jenderal memanggil Pemerintah untuk memastikan pelaksanaan rekomendasi-rekomendasi tersebut sebagai langkah penting dalam menangani tuduhan serius atas pelanggaran hak asasi manusia,” tutur sebuah pernyataan.

“Beliau berharap laporan yang telah dikeluarkan dan pelaksanaan rekomendasi tersebut akan membantu menciptakan kondisi yang inklusif  bagi semua dialog di Bahrain, rekonsiliasi dan reformasi akan sesuai dengan aspirasi rakyat Bahrain.

Demonstrasi di Bahrain tahun ini merupakan bagian dari perluasan gerakan Arab Spring yang melanda seluruh Afrika Utara dan Timur Tengah dan telah menuju pada penggulingan para pemimpin yang telah lama memerintah di Tunisia, mesir, Libya dan Yemen.

 

Diterjemahkan oleh Marita Kurniasari Permata Dewi