Ban tekankan ‘kekuatan rakyat’ dan kemitraan saat awali periode kedua sebagai kepala PBB

 

3 January 2012 – Ban Ki-moon telah memulai periode keduanya sebagai sekretaris-Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan berjanji untuk meningkatkan “kekuatan kemitraan” guna menanggapi tantangan terbesar bumi seperti menangani perubahan iklim, melawan kemiskinan dan memberdayakan perempuan dan anak perempuan.

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan pada hari Selasa (3/01) dengan Pusat Pemberitaan PBB dan Radio PBB untuk menandakan dimulainya periode kedua beliau, Ban, 67 tahun, menekankan perlu adanya kesatuan, khususnya diantara Negara-negara Anggota dan rakyatnya.

“Bila bersatu, tak ada yang mustahil,” tutur beliau, dan menambahkan “bila kita mempererat kemitraan antar pemerintah, komunitas bisnis, masyarakat madani dan para dermawan, saya rasa kekuatan dari semua kemitraan ini dapat membawa kita ke arah yang benar.”

Kita harus menyambungkan titik-titik diantara perubahan iklim, krisis pangan, kelangkaan air, kekuarangan energi dan pemberdayaan perempuan serta masalah kesehatan global. Semua ini adalah masalah yang saling terkait.

Ban mengulang kembali prioritasnya untuk periode kedua, yang menjabarkan lima “generasi yang memiliki peluang” Ban melihat PBB: mempromosikan pembangunan berkesinambungan; pencegahan krisis buatan manusia serta bencana; mejadi dunia lebih aman dan baik; membantu berbagai negara dan rakyatnya dalam masa transisi; serta mendorong pemberdayaan gender.

Ban yang menjalani periode lima tahun keduanya sebagai Sekretaris-Jenderal PBB dimulai pada hari Minggu (1/01/2012), mengatakan “kekuatan rakyat” dan perkembangan globalisasi yang mendalam dan diwakili oleh perkembangan terbesar sejak beliau menjabat pada tahun 2007.

“Kita telah banyak melihat orang – mereka yang terpinggirkan, mereka yang tertekan – yang selama ini memimpikan demokrasi, hak asasi serta harga diri mereka. Kita memiliki tanggungjawab yang berat untuk membantu mereka dalam sebuah transisi menuju demokrasi.

“Semakin luasnya globalisasi, kita telah melihat banyak hal yang terjadi di dunia ini. Ada banyak ide-ide yang bagus dan banyak pula yang ingin terhubung... Kita harus membantu melalui transisi ini guna mewujudkannya secepat mungkin. Tugas mempersatukan sangat bergantung kepada kami.”

Sekretaris-Jenderal mengutip pertemuannya saat beliau beliau bertemua seorang anak laki kecil tahun lalu dalam kunjungannya ke Pasifik Selatan di Kepulauan Kiribati – dimana negara itu terancam oleh semakin meningginya permukaan air laut – itu adalah contoh dan harapan yang masyarakat dunia kepada PBB.

“Anak itu memohon kepada saya ‘Tolonglah kami dengan menyampaikan masalah perubahan iklim. Rumah kami dan cara kami hidup mungkin saja terhapus seketika,” Ban mengingat kembali, dan mengatakan bahwa ini salah satu alasan kenapa perubahan iklim harus berada di posisi paling atas dalam agenda global.

Sekretaris-Jenderal juga menekankan untuk selalu memodernisasikan PBB selama periodekeduanya untuk membantu badan dunia yang beranggotkan 193 negara terhadap perubahan.

“Teknologi mendukung pemikiran kita saat ini, ide-ide masyakarat dan cara kami bekerja,” beliau mengarakan. “Kita harus membuat Organisasi ini lebih gesit, lebih efisien dan efektif, serta transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.”