![]() |
|
Pada Hari PBB, Ban tekankan pentingnya persatuan demi atasi tantangan global |
||||
24 Oktober 2011 - Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon pada hari Senin (24/10) menekankan perlunya persatuan sementara dunia mencari solusi bagi beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh kemanusiaan, mulai dari krisis ekonomi dan hilangnya lapangan pekerjaan, hingga konsekuensi dari perubahan iklim. “Masalah global menuntut solusi global,” Ban mengatakan dalam pesan khusus Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa, memperingati hari didirikannya Organisasi tersebut 66 tahun yang lalu. “Mereka mendorong semua negara untuk bertindak bersama demi penduduk dunia. Itu merupakan misi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.” Beliau mengemukakan bahwa tahun ini merupakan tahun yang dramatis dengan bangkitnya rakyat di seluruh dunia untuk menuntut hak mereka, bahkan ketika ketakutan menggerogoti mereka yang meyakini bahwa pemerintah mereka dan ekonomi global tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan mereka. |
||||
“Dalam masa yang penuh goncangan ini, hanya ada satu jawaban –kesatuan tujuan,” menurut Sekretaris-Jenderal, menekankan bahwa PBB dibutuhkan lebih daripada sebelumnya untuk membangun dunia yang lebih baik, dan untuk menyokong mereka yang rentan dan miskin meningkatkan perdamaian global dan keadilan sosial. “Dalam dunia kita yang semakin terhubung ini, kita semua memiliki sesuatu untuk diberikan dan sesuatu untuk diraih dengan bekerja bersama. Mari kita bersatu, tujuh miliar manusia yang kuat, atas nama kebaikan bersama di tingkat global,” beliau menambahkan. Dalam sambutannya kepada murid-murid New Explorations into Science, Mathematics and Technology School (NEST) di New York, Ban berbicara tentang perlunya mencari solusi dari masalah-masalah yang mengganggu masyarakat, terutama di beberapa kawasan termiskin di dunia. “Satu miliar penduduk yang tidur dalam keadaan lapar. Mereka yang meninggal akibat kelaparan... akibat penyakit –seringkali hanya karena mereka kekurangan sesuatu yang sangat mendasar seperti air bersih. Banyak dari mereka tidak dapat bertahan hidup hingga usia lima tahun. Di PBB, untuk merekalah kami setiap hari bekerja.” Beliau menegaskan bahwa dalam seminggu, populasi dunia akan mencapai angka tujuh miliar dan menantang kaum muda untuk terlibat dan mendukung PBB dan usaha kerasnya untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. “Di luar semua tantangan tersebut, saya memiliki harapan. Karena ada satu sumber daya yang dapat mengatasi semua masalah ini. Saya tidak berbicara tentang varietas beras super yang dapat memberi makan planet ini... atau obat ajaib yang dapat menyembuhkan semua penyakit... atau sebuah ide bisnis hebat untuk mengakhiri kemiskinan global. “Saya bicara tentang sumber daya hidup yang memenuhi ruangan ini: Kalian. Kalian yang memahami bahwa anak-anak tidak perlu meninggal akibat kelaparan... bahwa ibu-ibu tidak perlu meninggal dalam prioses kelahiran... bahwa keluarga-keluarga tidak perlu menderita. Karena kita tahu bagaimana menolong mereka. Ini adalah program PBB Milik Kita, dan kalian pun dapat berkontribusi untuk PBB. Mari kita berjuang agar dunia kita ini bukan sekadar berpenduduk tujuh miliar, tetapi tujuh miliar yang kuat.” Hari PBB dirayakan dengan berbagai aktivitas di kantor dan misi PBB di seluruh dunia, termasuk di Darfur, yang merupakan bagian dari daerah konflik Sudan, dimana penyanyi Omer Ihsas meluncurkan lagu baru yang didedikasikan untuk perdamaian dan pasukan perdamaian PBB-Uni Afrika di Darfur (UNAMID) mengadakan parade militer dan kepolisian. Hari PBB juga menjadi kesempatan untuk mengenang mereka yang telah mengorbankan nyawanya ketika bertugas untuk Organisasi. Unit UNAMID di El Fasher, Nyala, El Geneina, dan Zalingei merayakan hari ini dengan berbagai aktivitas. Di Irak, Perwakilan Khusus Sekretaris-Jenderal Martin Kobler berkata dalam sebuah acara di baghdad bahwa badan dunia tersebut telah berhasil mengimplementasikan inisiatif politik, pembangunan, kemanusiaan dan darurat di negara tersebut. “Lebih penting lagi, kami melakukan ini sambil mempromosikan masalah-masalah utama yang terkait –terutama mengenai perlindungan HAM, gender, dan lingkungan hidup,” beliau mengatakan. Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL) merayakan Hari PBB dengan memberikan sertifikat penghargaan kepada delapan staf lokal yang telah menyelesaikan masa bakti selama 30 tahun, yang diberikan oleh Komandan Pasukan Mayor-Jenderal Alberto Asarta Cuevas. Di markas mereka di Naqoura, UNIFIL mewakili 36 kontingen nasional yang berbeda-beda juga mengadakan upacara khusus yang dihadiri diantaranya oleh pejabat senior Angkatan Bersenjata Lebanon, pejabat pemerintah Lebanon dan perwakilan berbagai organisasi internasional, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan badan PBB. “Pada hari ini, mari kita berjanji untuk tetap teguh bersatu demi idealisme yang mendorong kelahiran Perserikatan Bangsa-Bangsa 66 tahun lalu, yang pada hari ini, di dunia yang terus berubah, tetap menjadi tumpuan harapan tercapainya perdamaian, keamanan, dan pembangunan untuk seluruh umat manusia,” menurut May-Jen Asarta. Di Thailand, dimana Hari PBB bertepatan dengan ulang tahun ke-62 kehadiran Organisasi tersebut di negara tersebut, PBB dan pejabat Pemerintah Thailand merayakannya bersama-sama. “Bangkok telah bertransformasi dalam berbagai cara –tidak hanya dalam pertumbuhannya sebagai ibukota negara kita tercinta, tetapi juga sebagai pusat kegiatan politik, geografis, dan komersial,” kata Putri Maha Chakri Sirindhorn dari Thailand. “Pada saat yang bersamaan, Bangkok telah bangkit sebagai tempat yang penting bagi ESCAP [UN Economic and Social Commission for Asia and the Pacific] dan seluruh keluarga besar badan PBB, yang jumlahnya mencapai 30, menjadikannya sebagai pusat aktivitas Perserikatan Bangsa-Bangsa di Asia Pasifik.” Noeleen Heyzer, kepala ESCAP mengucapkan terima kasih kepada Thailand karena telah menjadi tuan rumah bagi PBB. “Anda telah memungkinkan kehadiran PBB di Asia-Pasifik untuk membangun kekuatan bersama, untuk berbagi solusi regional, untuk mengimplementasikan idealisme dibalik berdirinya PBB, untuk membangun masa depan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan pasti bagi penduduk dunia,” beliau mengatakan. Diterjemahkan oleh Anisa Menur |
||||
|
||||