![]() |
|
Bendera Palestina berkibar di UNESCO sebagai tanda anggota baru |
||||
|
13 December 2011 – Bendera Palestina dikibarkan untuk pertama kalinya di markas besar Badan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) pada hari Selasa (13/12) yang menandakan keanggotaan penuh Palestina di badan tersebut. Pejabat senior UNESCO dan Presiden Mahmoud Abbas menghadiri upacara tersebut, dan dilanjutkan dengan keputusan Konferensi Umum badan tersebut pada 31 Oktober untuk menerima Palestina sebagai anggota UNESCO ke 195. Keanggotaan Palestina berlaku sejak tanggal 23 November setelah Palestina menandatangani dan menerima konstitusi badan tersbut di London. UNESCO menjadi badan pertama yang menerima Palestina sebagai anggota penuh. |
|||
Dalam sambutannya saat Palestina ke UNESCO, Direktur-Jenderal UNESCO Irina Bokova mengingatkan bahwa keanggotaan “bukan hanya sekedar mengibarkan bendera” tetapi termasuk hak dan kewajiban, serta membagi nilai-nila universal seperti toleransi dan saling menghargai. “Keanggotaan dapat membawa anggota negaranya kepada dunia sesuatu yang paling berharga – kekayaan kebudayaan, serta mimpi-mimpinya untuk saling memahami,” tutur beliau. “Rakyat Palestina, seperti manusia lainnya, harus dapat melestarikan kebudayaan dan warisannya. Mereka harus mendapatkan pendidikan yang setara, pendidikan untuk perdamaian. Sebuah sistem pendidikan yang kuat mengajarkan harga diri bagi hak asasi manusia. Sebuah kebudayaan yang beragam menghargai kebuadayan lainnya. Dalam dunia yang saing berkaitan, masyarakat yang sehat akan tumbuh melalui ikatan dengan negara lainnya. UNESCO mewakili ini semua. Bokova menekankan bahwa “multilaterisme belum pernah sepenting ini. Ini harus dijadikan sebuah kesempatan bagi semua untuk bersatu dan berbagi nilai-nilai dan memperbaharui ambisi untuk perdamaian.” Dalam sambutannya kepada para delegasi dan undangan, Abbas mengatakan bahwa keanggotaannya di UNESCO adalah “sebuah nilai harga diri yang besar bagi kami... penulis Palestina, seniman dan peneliti telah memainkan peran yang penting untuk mencoba melestarikan kebudayaan dan indentitas rakyatnya. UNESCO juga telah memainkan peran yang sangat menentukan – dan telah menjadi mitra yang setia.” Upcara pada hari Selasa (13/12) juga dihadiri oleh Katalin Bogyay, Presiden Konferensi Umum UNESCO, dan Alissandra Cummins, Ketua Dewan Eksekutif badan. |
||||