Dewan HAM Menunjuk Ahli Untuk Menyelidiki Kekerasan di Suriah

 

12 September 2011 - Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB hari Senin (12/09) menunjuk tiga ahli untuk menyelidiki dugaan perlakuan kejam di Suriah, dimana sejumlah orang dibunuh semenjak dimulainya kekerasan pemerintah Suriah kepada para demonstran yang terjadi tahun ini, dilaporkan mencapai setidaknya 2,600 orang.

Sergio Pinheiro dari Brasil akan memimpin penyelidikan dari komisi independen untuk menyelidiki segala dugaan pelanggaran hukum hak asasi manusia di Suriah sejak bulan Maret, ketika protes dari pro-demokrasi dimulai.

Pinheiro, mantan professor dan ahli hak asasi manusia di Dewan, akan bergabung dengan Yakin Ertürk dari Turkey, yang juga menjabat sebagai profesor sosiologi, dan mengurus masalah resmi PBB yang berhubungan dengan masalah perempuan, dan Karen AbuZayd dari Amerika Serikat, yang baru–baru ini menjabat sebagai kepala badan PBB yang membantu pengungsi Palestina.

Dewan yang berpusat di Jenewa memutuskan tiga minggu lalu untuk mengirim komisi penyelidikan setelah mempertimbangkan laporan dari misi tim pencari fakta oleh Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR)

Laporan menyoroti kekerasan yang dilakukan pemerintah, dari pembunuhan, menghilangkan orang secara paksa, perampasan kebebasan, dan penyiksaan bahkan kepada anak-anak terlihat seperti aturan “tembak di tempat” untuk melawan para demonstran dengan menempatkan penembak jitu di atas atap.

Pada saat Dewan membuka sesi ke 18nya pada hari Senin (12/09), Komisioner Tinggi PBB, Navi Pillay memberitahukan kepada Dewan beranggotalan 47 anggota bahwa menurut sumber yang terpercaya, jumlah mereka yang dibunuh semenjak terjadinya kerusuhan pada pertengahan bulan Maret sekarang telah mencapai setidaknya 2,600 jiwa.

Sebagai tambahan untuk melakukan investigasi dugaan kekerasan terhadap hak asasi manusia, komisi bertugas untuk menentukan fakta dan kenyataan bahwa hal ini mungkin berujung pada kekerasan dan melakukan kriminal, serta jika memungkinkan, mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab meyakinkan pelaku tindak kekerasan, termasuk yang turut serta dalam tindakan kriminal terhadap kemanusiaan, dapat dipertanggungjawabkan.
Komisi dijadwalkan untuk menyerahkan penemuannya kepada Dewan secepatnya, tetapi tidak melewati akhir bulan November.

Diterjemahkan oleh Brenda Gracia Susanto