Dewan Keamanan perpanjang keberadaan Pasukan Penjaga Perdamaian Eropa di Bosnia

 

16 November 2011 – Dewan Keamanan pada hari Rabu (16/11) memperpanjang keberadaan pasukan stabilisasi Uni Eropa (EUFOR) yang ditugaskan untuk memastikan semua pihak menaati Perjanjian Perdamaian Dayton tahun 1995 yang mengakhiri perseteruan di Bosnia dan Herzegovina.

Dalam resolusi yang diadopsi secara penuh tersebut, 15 anggota badan ini juga menyatakan niatnya untuk “mempertimbangkan persyaratan otorisasi lebih lanjut yang dibutuhkan dalam perkembangan pelaksanaan Perjanjian Perdamaian dan situasi di Bosnia dan Herzegovina.”

Pasukan EU mengambil tanggung jawab pasukan perdamaian di tahun 2004 ketika mereka mengambil alih dari pasukan stabilisasi yang dipimpin oleh Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yang terus berlanjut memiliki kehadiran di Bosnia dan Herzegovina.

Kemarin (15/11) Perwakilan Tinggi untuk Bosnia dan Herzegovina, Valentin Inzko, mengatakan pada Dewan Keamanan bahwa negaranya tidak mengalami kemajuan dalam politik yang kebanyakan dikarenakan keengganan politisi-politisi untuk berkompromi dan terlibat dalam dialog.

Beliau juga menunjukkan bahwa mengingat adanya tren negatif dan ketidakstabilan politik, penting bagi EUFOR untuk tetap di tempat demi terus membantu kantor beliau dan organisasi internasional lainnya memenuhi mandat mereka masing-masing.

Dewan Keamanan, dalam resolusinya, “menegaskan kembali bahwa tanggung jawab utama dalam pelaksanaan Perjanjian Perdamaian lebih lanjut bergantung pada otoritas di Bosnia dan Herzegovina itu sendiri.”

Hal tersebut juga memberikan wewenang bagi Negara-negara Anggota untuk mengambil semua langkah-langkah untuk mempertahankan kehadiran EUFOR dan NATO dan untuk membantu kedua organisasi dalam menjalankan misi-misi mereka, dan mengakui hak kehadiran baik EUFOR dan NATO untuk mempertahankan diri mereka sendiri dari serangan atau ancaman serangan.

 

Diterjemahkan oleh Marita Kurniasari Permata Dewi