Di Timur Tengah, Ban serukan tindakan ekstra untuk akhiri konflik Israel-Palestina

 

1 Februari 2012 – Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon pada hari Rabu (1/2) menyerukan Israel dan Palestina untuk mengambil langkah-langkah demi membangun rasa percaya dan lingkungan yang kondusif demi melanjutkan proses negosiasi, mengemukakan harapan beliau bahwa pembicaraan terkini antara kedua belah pihak yang dimulai bulan Januari lalu dapat berlanjut.

“Ini merupakan masa yang kritis bagi Israel dan kawasan ini,” Ban mengatakan dalam sambutannya di koneferensi pers bersama dengan Presiden Shimon Peres di Jerusalem.

Ini adalah kunjungan keempat Ban ke Israel sebagai Sekretaris-Jenderal, dan menjadi bagian dari kunjungannya ke Timur Tengah yang meliputi Yordania dan wilayah Palestina yang diduduki, sebagai upaya mendorong kemajuan dialog Israel-Palestina.

Negosiator Israel dan Palestina memulai pertemuan persiapan pada awal bulan lalu di Amman, difasilitasi oleh Raja Abdullah II dari Yordania dan Menteri Luar Negeri Nasser Judeh.

Dalam pertemuannya dengan Peres, Sekretaris-Jenderal menekankan perlunya tindakan positif dalam rangka menciptakan lingkungan kondusif agar dapat sukses bernegosiasi. Beliau juga membahas status proses perdamaian dengan Wakil Perdana Menteri Israel dan Menteri Luar Negeri  Avigdor Lieberman.

Dalam sambutan yang secara khusus dipersiapkan untuk pertemuan pers dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Ban mengatakan bahwa beliau mendorong Israel dan Palestina ntuk kembali melakukan pembicaraan langsung. Beliau tetap berharap bahwa pertukaran langsung dan rutin akan terus berlanjut antara kedua pihak.

“Saya juga berharap Israel akan segera hadir dengan proposal yang konkret mengenai masalah territorial dan keamanan, seperti yang diserukan oleh Kuartet (kelompok diplomatic yang terdiri PBB, Uni Eropa, Rusia, dan Amerika Serikat), agar dapat mencapai kesepakatan mengenai status akhir sebelum akhir tahun ini. Kesuksesan pembicaraan di Amman merupakan kepentingan Israel dan Palestina.”

Sekretaris-Jenderal menyetujui komitmen Netanyahu terhadap solusi dua-Negara, menambahkan bahwa ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan kepemimpinan demi memastikan berlanjutnya negosiasi.

“Horison politik yang kredibel merupakan yang utama dalam mewujudkan Negara Palestina yang hidup berdampingan dalam damai dan aman dengan Israel,” beliau mengatakan. “Konsekuensi dari tiadanya tindakan dapat membahayakan kedua belah pihak.”

Sebagai lanjutan dari pertemuannya dengan Mahmoud Abbas, Presiden Otoritas Palestina, Ban mengatakan bahwa sudah saatnya mewujudkan Negara Palestina yang merdeka.

“Saya tetap percaya bahwa solusi dua-Negara bias dicapai –dan bahwa cara untuk mencapainya adalah dengan melalui negosiasi yang dapat menyelesaikan masalah status perbatasan, keamanan, pengungsi, dan Jerusalem,” beliau mengatakan dalam sambutan yang dipersiapkan dalam konferensi pers di Ramallah dengan Abbas.

Beliau juga memuji para pemimpin Palestina atas usaha mereka untuk membangun Negara dalam bebeapa tahun terakhir ini, dan membahas masalah-masalah yang terus terjadi, termasuk masalah pendudukan dan kekerasan.

Selama di Ramallah, Sekretaris-Jenderal juga bertemu dengan Perdana Menteri Salam Fayyad dan Menteri Luar Negeri Ryad Malki, sekaligus juga kelompok masyarakat sipil Palestina dan lulusan dari program pelatihan media yang diadakan PBB untuk jurnalis Palestina.


Diterjemahkan oleh: Anisa Menur Maulani