![]() |
|
Dorong upaya global lawan malaria agar kematian jauh lebih sedikit - PBB |
||||
|
13 Desember 2011 – Perluasan langkah pencegahan dan pengendalian malaria telah mengakibatkan penurunan lebih dari 25 persen dari jumlah kematian yang disebabkan oleh penyakit tersebut dalam dekade terakhir, dan pengurangan sebesar 33 persen angka kematian di Afrika, penyakit utama negeri itu, menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diluncurkan pada hari Selasa (13/11). Laporan Malaria Dunia oleh Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) merupakan atribut keberhasilan penggunaan kelambu, diagnostik yang lebih baik dan ketersediaan obat-obatan yang efektif lebih besar. Badan ini, namun, memperingatkan bahwa kekurangan diproyeksikan dalam pendanaan kampanye global anti- malaria mengancam hasil yang telah dicapai, menekankan bahwa tantangan ganda atas kemunculan perlawanan terhadap obat-obatan dan insektisida perlu ditangani. |
|||
Masa depan sangat bergantung kepada tersedianya sumber daya yang diperlukan untuk melanjutkan perjuangan, dan mencari cara untuk meningkatkan efisiensi kita,” tutur Robert Newman, Direktur Program Malaria Global WHO, berbicara pada wartawan-wartawan di New York melalui situs video dari markas besar badan ini di Jenewa. “Salah satu cara yaitu dengan mengembangkan jaring dengan ketahanan lebih lama terhadap insektisida yang dapat melindungi orang-orang selama lima tahun dan mungkin akan memotong kebutuhan kita untuk kelabu antara tahun 2011 dan tahun 2020 dari 1.25 miliar kelambu hingga 750 juta kelambu, dan menghemat $3.8 miliar dari anggaran kami pada periode tersebut,” katanya. Beliau juga menekankan kebutuhan untuk mengintensifkan upaya anti-malaria di Nigeria, Republik Demokrat Kongo (DRC), Mozambik, Pantai Gading dan Mali, yang menanggung 60 persen dari beban global malaria. Diperkirakan ada 216 juta kasus malaria di 106 negara-negara dan wilayah-wilayah endemik di seluruh dunia tahun lalu, menurut laporan. Diperkirakan 81 persen dari kasus-kasus tersebut dan 91 persen kematian berada di Afrika. Secara global, 86 persen penderita malaria merupakan anak-anak di bawah umur lima tahun. Sekitar 655,000 kematian yang diakibatkan malaria muncul pada tahun lalu, 36,000 lebih sedikit dibandingkan tahun 2009. Sementara data tersebut menyuguhkan penurunan 5 persen dari tahun ke tahun, kematian yang ditemukan masih tinggi merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diobati, WHO menekankan dalam laporannya. “Kematian akibat malaria di Afrika telah mengalami penurunan yang signifikan sejak tahun 2000, keuntungan dari investasi kami dalam mengakhiri kematian yang disebabkan malaria telah menjadi lebih besar dibandingkan dengan apa pun yang pernah saya alami di dunia bisnis,” tutur Raymond Chambers, Utusan Khusus Sekretaris-Jenderal untuk Malaria. “Akan tetapi seorang anak masih meninggal setiap menitnya karena malaria – dan itu satu anak dan satu menit terlalu banyak. Korban akibat krisis ekonomi saat ini seharusnya tidak menyebabkan perolehan kita berubah haluan, atau kemajuannya melambat.” Kelambu yang tahan lama telah menjadi salah satu alat yang paling murah dan paling efektif dalam memerangi malaria. Menurut laporan, jumlah kelambu yang dikirimkan ke negara-negara endemik malaria di sub-Sahara Afrika meningkat dari 88.5 juta di tahun 2009 menjadi 145 juta tahun lalu. Diperkirakan 50 persen keluarga di sub-Sahara Afrika saat ini memiliki setidaknya satu kelambu, dan sekitar 96 persen orang memiliki akses untuk penggunaan kelambu. Ada juga perkembangan lebih lanjut dalam penggelaran tes diagnostik dengan sejumlah tes diagnostik cepat yang dikirimkan oleh produsen meningkat dari 45 juta di tahun 2008 menjadi 88 juta di tahun lalu. Tingkat pengujian di fasilitas kesehatan publik di Afrika meningkat dari 20 persen di tahun 2005 menjadi 45 persen di tahun 2010. Tahun lalu, 181 juta pengajaran mengenai artemisinin-based combination therapies (ACTs) dilaksanakan, meningkat dari 158 juta di tahun 2009, dari hanya 11 juta di tahun 2005. ACTs direkomendasikan sebagai pengobatan pertama untuk malaria oleh parasit malaria mematikan. Pendanaan internasional untuk pengendalian malaria mencapai $1.7 miliar di tahun 2010 dan $2 juta di tahun 2011, tetapi secara signifikan tetap dibawah $5 juta hingga $6 juta yang dibutuhkan setiap tahunnya untuk mencapai target-target malaria global. Menurut perkiraan-perkiraan di laporan, meskipun meningkatkan dukungan dari Britania Raya, pendanaan malaria akan sedikit menurun di tahun 2012 dan 2013, dan sepertinya akan turun lebih jauh dari per tahunnya $ 1.5 miliar di tahun 2015. “Kecuali kita mempertahankan komitmen kita untuk membuktikan alat yang efektif-hemat biaya – kita harus mencegah, mendiagnosa dan mengobati malaria – keberhasilan saat ini akan berubah haluan dan kita akan kehilangan lebih banyak nyawa karena penyakit ini,” tutur Awa Marie Coll-Seck, Eksekutif Direktur dari Roll Back Malaria Partnership, di pertemuan pers di New York.
Diterjemahkan oleh Marita Kurniasari Permata Dewi |
||||