![]() |
|
Filipina: Hibah PBB mungkinkan badan-badan untuk bantu korban badai |
||||
|
28 Desember 2011 – Alokasi sejumlah USD 3 juta dari dana bantuan bencana Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memungkinkan sejumlah badan untuk menyediakan pertolongan pertama bagi korban badai tropis yang telah menghancurkan beberapa bagian Filipina 11 hari lalu, dengan jumlah korban tewas mencapai 1.250 orang, kantor kemanusiaan PBB melaporkan pada hari Rabu (28/11). “Ini adalah dana awal yang berhasil diturunkan ke lapangan,” menurut Kirsten Mildren, juru bicara dari Kantor PBB untuk Koordinasi Masalah Kemanusiaan (OCHA) cabang Asia dan Pasifik , membicarakan tentang hibah dari Dana PBB Pusat untuk Respons Darurat (CERF). “Badai tersebut sebenarnya menyerang hanya beberapa hari menjelang Natal… satu minggu dimana semua donatur pergi dan kantor-kantor tutup, sehingga tidak ada luapan bantuan seperti yang biasanya kita lihat ketika terjadi bencana dengan skala sebesar ini. Oleh karena itu, dana bantuan dari CERF sangatlah penting dalam memulai tindakan penyelematan,” Mildred berkata pada Radio PBB. |
|||
Dana PBB untuk Anak-anak (UNICEF) dan Program Pangan Dunia (WFP) masing-masing menerima USD 1 juta dari CERF, yang memungkinkan mereka untuk menyediakan air darurat dan layanan sanitasi di pusat evakuasi, dan mengirimkan bantuan makanan dan logistik, menurut OCHA yang mengatur dana tersebut. “Kami menggunakan dana tersebut untuk menyediakan makanan darurat kepada 81.000 pengungsi dalam tiga bulan ke depan,” menurut Asaka Nyangara, Wakil Direktur WFP di Filipina. “Kami sudah mendistribusikan biskuit berenergi tinggi untuk pengungsi,” beliau menambahkan. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) juga menerima USD 1 juta dari CERF, memungkinkan mereka untuk segera menyediakan bahan-bahan untuk tempat tinggal darurat dan memperbaiki pusat pengungsian. Badai tropis Washi, yang oleh penduduk setempat dikenal sebagai Sendong, membanjiri desa-desa dan dua kota besar di pulau Mindanao dengan air, lumpur, dan batang pohon pada 17 Desember lalu, menghancurkan hampir 13.000 rumah dan mengusir 400.000 orang. OCHA melaporkan pada hari Rabu (28/11) bahwa jumlah korban tewas saat ini mencapai 1.249 orang, dengan sejumlah besar orang masih menghilang. Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Filipina, Soe Nyunt-U, mengatakan bahwa tanpa alokasi dari CERF, intervensi darurat PBB dapat tertunda. Hibah dari CERF merupakan alokasi ketiganya untuk bantuan darurat di Filipina tahun ini, dengan jumlah total USD 11.5 juta telah diterima. Badan PBB dan mitra kemanusiaan mereka tengah mencari tambahan USD 28.6 juta lagi dari jumlah yang diminta awal bulan ini untuk memenuhi kebutuhan korban badai Washi. |
||||
|
||||