Forum Hari Demokrasi mengudara      

 

Jakarta – Dalam rangka menghormati resolusi Majelis Umum PBB untuk merayakan Hari Internasional Demokrasi, layanan Voice of Indonesia dalam siaran radio nasional Radio Republik Indonesia (RRI) –bekerja sama dengan Kantor Penerangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIC) – menyelenggarakan siaran langsung pada 15 September untuk menganalisa isu-isu strategis dalam memperkuat dan memperdalam pemerintahan demokratis berdasarkan aspirasi pemuda.

“Pemuda dan Demokrasi” merupakan tema dari perayaan global tahun ini, sebuah pengakuan terhadap peran penting aspirasi pemuda, yang telah berperan penting dalam perisitiwa-peristiwa transformasional, seperti yang telah memicu perlawanan meluas di Afrika Utara, Timur Tengah, dan bagian dunia lainnya sepanjang tahun 2011.

“Pemuda dan demokrasi tidak bisa dipisahkan karena mereka bagaikan dua sisi mata uang,” menurut Andi Mallarangeng, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), salah satu panelis dalam forum. Menpora menjelaskan mengenai peranan media sosial dalam menghubungkan kaum pemuda dan membantu mereka menyuarakan pendapat, namun beliau juga memperingatkan mengenai berkurangnya interaksi langsung dalam bersosialisasi, yang merupakan instrumen yang penting dalam masyarakat demokratis yang sehat. Beliau menekankan pentingnya gerakan dan organisasi kepemudaan, terutama di daerah pedesaan dan propinsi perbatasan dimana saluran internet sangat penting. Menurut beliau, pengangguran di kalangan pemuda juga dapat menjadi ancaman bagi demokrasi.

“Pergerakan pemuda Indonesia sangat aktif,” menurut Edwin Leo Mokodompit, Koordinator Pemuda, Komisi Nasional Indonesia, UNESCO. Pada saat yang sama, beliau menjelaskan bahwa kebanyakan gerakan ini terjadi di daerah perkotaan, sehingga pemuda di daerah pedesaan merasa tertinggal, tidak hanya secara geografis, tetapi juga dari segi partisipasi dalam demokrasi. “Kaum pemuda juga perlu memahami bahwa partisipasi dalam demokrasi tidak hanya menyangkut masalah pemenuhan hak,” beliau memperingatkan, “Tetapi juga menyangkut masalah kewajiban, seperti menyelesaikan pendidikan.”

Pendidikan juga merupakan salah satu kunci yang disebutkan semua pembicara sebagai jalan untuk mengembangkan demokrasi. Demi melindungi Hak Asasi Manusia (HAM), yang merupakan fondasi masyarakat demokratis, bapak Andi Taletting Salahuddin dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia menyatakan perlunya ada pelatih profesional di bidang HAM dalam setiap lapisan masyarakat.

“Demokrasi yang baik terdiri atas keseimbangan, kombinasi dari ukuran partisipasi, dan kualitas dari diskursus demokrasi politis,” menurut Dr. Ignas Kleden, Ketua Komunitas Indonesia Demokratis (KID). Dr. Kleden menekankan bahwa kualitas diskursus demokratis harus diperbaiki melalui pendidikan, dan sampai saat ini beliau masih aktif dalam gerakan “sekolah demokrasi” yang memberikan pelatihan kepada pemuda mengenai pengetahuan dasar, nilai-nilai dan keterampilan yang diperlukan untuk partisipasi dalam demokrasi. “Beberapa pemuda percaya bahwa mereka tidak bisa terjun ke dunia politik jika tidak memiliki banyak uang,” kata Dr. Kleden, “Tetapi jika Anda mempercayai hal tersebut, maka Anda sudah kalah.”

Sebuah perspektif yang menarik mengenai bagaimana sebuah negara demokratis terbesar bekerja disampaikan oleh Biren Nanda, Duta Besar India untuk Indonesia (yang sekaligus mengumumkan ditandatanganinya perjanjian antara negaranya dan Indonesia untuk meningkatkan pertukaran pelajar internasional). “Karena hubungan antara pemuda dan masyarakat merupakan esensi dari hubungan antar negara; dan kami berusaha sedekat mungkin dengan Indonesia, seperti kaum pemuda yang dekat satu sama lain.”

Sebagai bagian dari seri Diplomatic Forum di VOI, diskusi ini dipimpin Anna Trijayakasih dari RRI dan Direktur Kantor Penerangan PBB Michele Zaccheo.  “Pemuda di seluruh dunia semakin menuntut partisipasi dalam masyarakat dan akuntabilitas dalam keputusan yang berkaitan dengan masa depan mereka,” menurut Zaccheo dalam sambutannya. “Bagaimana meningkatkan kekuatan, bakat dan visi mereka untuk mendukung sistem demokrasi dan mempromosikan pembangunan merupakan pengetahuan yang penting.”

Diterjemahkan Oleh Anisa Menur