Jelang pemilu, utusan PBB ajak rakyat Liberia untuk pastikan pemilu yang damai

 

7 November 2011 – Semua rakyat Liberia yang ingin memberikan suara dalam putaran pemilihan presiden harus mampu melakukannya secara bebas dan aman, utusan PBB di negara itu mengatakan pada hari Senin (7/11) ketika menangani malam sebelum pemilihan.  

“Tanpa memperhatikan pandangan politik Anda, saya mengajak semua rakyat Liberia untuk menolak kekerasan pada Hari Pemilihan,” tutur Ellen Margrethe Løj, Perwakilan Khusus Sekretaris-Jenderal dan Kepala Misi PBB di Liberia (UNMIL).

Løj membuat panggilannya dalam sebuah pidato radio sebelum pemungutan suara putaran kedua dimana calon yang dipilih, Ellen Johnson-Sirleaf, harus menghadapi penantang Winston Tubman, yang berada di posisi kedua pada putaran pertama pemungutan suara pada tanggal 11 Oktober.

Bagaimanapun, Tubman dilaporkan telah menolak berpartisipasi dalam babak kedua, mengakui bahwa hal tersebut tidak akan adil,  dan ada panggilan untuk memboikot pemilu – pemilihan presiden kedua sejak negara itu muncul dari perang pada tahun 2005.

“Memberikan suara adalah hak demokratis individu – itu hak pribadi Anda dan itu pilihan Anda,” Løj menyatakan. “Seluruh rakyat Liberia yang ingin menggunakan hak pilihnya harus mampu melakukannya secara damai dan tanpa intimidasi.

“Pemilihan yang tenang, kredibel, dan transparan penting untuk memastikan perdamaian di Liberia dapat dipertahankan,” tambah beliau.

Sebelum pemilu, baik Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon dan Dewan Keamanan telah memanggil rakyat Liberia untuk menahan diri dari kekerasan dan menjadikan  proses pemilihan yang damai.

Løj berjanji bahwa staf, polisi dan militer UNMIL akan terus melindungi rakyat Liberia menggunakan hak demokratis mereka. Di samping, pengamat internasional dari Komunitas Ekonomi Negara Afrika Barat (ECOWAS), Uni Afrika, Carter Center dan lainnya berada di sana untuk mengawasi proses pemilihan.

 

Diterjemahkan oleh Marita Kurniasari Permata Dewi