![]() |
|
Jelang peringatan gempa, anak-anak Haiti alami kemajuan -- UNICEF |
||||
|
9 Januari 2012 – Dua tahun sejak gempa bumi meluluhlantakkan Haiti, anak-anak di negeri tersebut perlahan-lahan mulai mengalami kemajuan dalam standar kehidupan mereka terlepas dari berbagai tantangan yang ada. Demikian menurut sebuah laporan yang diluncurkan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Senin (9/1). “Terdapat bukti keberhasilan dimana-mana, walaupun masih terdapat rentang yang serius dan tidak berimbang dalam struktur dasar pemerintahan Haiti,” menurut Françoise Gruloss-Ackermans, perwakilan Dana PBB untuk Anak-anak (UNICEF) untuk Haiti, mengenai laporan dari badan dunia tersebut. Menurut hasil penelitian, telah terdapat beberapa kemajuan dan pemulihan bagi anak-anak dalam hal pendidikan, kesehatan, nutrisi, dan perlindungan anak. UNICEF telah membantu lebih dari 750.000 anak untuk kembali bersekolah dan sekitar 80.000 dari mereka saat ini bersekolah di 193 sekolah tahan gempa yang didirikan oleh badan PBB. Sebagai tambahan, lebih dari 15.000 anak yang menderita malnutrisi telah menerima perawatan berupa pemberian makanan yang bersifat terapi. |
|||
Bagaimanapun, laporan tersebut juga memperingatkan bahwa ada lebih dari empat juta anak Haiti di bawah usia 18 tahun, yang banyak di antaranya masih berjuang untuk bertahan hidup, berkembang, dan memperoleh perlindungan di tengah kekurangan bersifat institusional yang menghantui. “Jangan sampai membuat kesalahan: Negara ini masih tetap merupakan Negara yang rentan, yang dirundung kemiskinan parah dan kurangnya pembangunan. Institusinya yang lemah membuat anak-anak rentan mengalami goncangan dan dampak bencana,” beliau mengingatkan, dengan mengemukakan bahwa besarnya jumlah pengungsi internal (IDPs) masih menjadi tekanan berat bagi Pemerintah Haiti dan mitra internasional. Lebih dari 500.000 rakyat Haiti masih mengungsi di lebih dari 800 kemah pengungsian di seluruh daerah yang terkena dampak gempa. Mengingat sebagian besar dari mereka tinggal dalam rumah kontrakan sebelum terjadinya gempa, banyak di antara mereka yang tidak memiliki rumah untuk kembali. Laporan tersebut juga mengingatkan bagaimana perbedaan dalam pembiayaan program pemulihan dapat menghambat kemajuan umum dalam perlindungan hak anak pada tahun 2012. Sebagai hasilnya, UNICEF telah meluncurkan permohonan dana sebesar USD 24 juta to bantuan kemanusiaan kepada anak-anak yang rentan, sementara sejumlah USD 30 juta lainnya diperlukan untuk bantuan pembangunan jangka panjang. Negara ini membutuhkan dukungan yang kuat dan cepat untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada,” lanjut Gruloss-Ackermans. “Sementara tingkat kematian dan kerusakan yang diakibatkan oleh gempa ini belum dapat ditandingi oleh bencana manapun di zaman modern, sumber daya yang digerakkan juga luar biasa,” beliau menyatakan, menekankan bahwa Haiti memiliki “kesempatan seklai seumur hidup” untuk menghentikan dan mengubah sebuah decade yang epnhu denga degradasi dan salah pengaturan. |
||||
Diterjemahkan oleh Anisa Menur |
||||