![]() |
|
Jepang: Sekertaris-Jenderal membawa pesan solidaritas ke area yang terimbas bencana ‘tiga kali sekaligus” |
||||
|
8 Agustus 2011- Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon membawa pesan solidaritas internasional di bagian Timur Jepang yang masih berasal dari efek ‘tiga kali sekaligus’ yang disebabkan oleh tsunami, gempa bumi dan kecelakaan nuklir yang melanda pada awal tahun ini. Pengungsi di Fukushima mengatakan kepada Ban bahwa mereka menginginkan penanggulangan lainnya dari penderitaan yang telah mereka alami. “Saya dapat membaca dari wajah mereka bahwa mereka benar-benar berbicara kepada pemerintah dan PBB bahwa kecelakaan tenaga nuklir yang terjadi di Fukushima Daiichi seharusmya tidak pernah terjadi lagi di tempat lain di dunia,”beliau berbicara kepada wartawan yang berkumpul di kota Soma. Bertemu dengan lebih dari 12 keluarga yang mengungsi, Sekertaris-Jenderal, berbicara dalam bahasa Jepang, menunjukkan simpatinya, Beliau berharap untuk perbaikan secepatnya dan beliau yakin bahwa Jepang akan siap menghadapi tantangan kedepan. |
|||
Ban selanjutnya bertemu dengan kelompok pelajar di SMA Minami Fukushima, menghimbau mereka untuk menggabungkan kekuatan mereka guna membantu pemulihan Jepang. “PBB dan dunia ada di belakang kalian.” Sementara itu, mengakui bahwa beliau tidak dapat segera menanggapi kekhawatiran semua siswa, Sekertaris-Jenderal berjanji untuk menempatkan keselamatan nuklir dan keamanan yang tinggi dalam agenda internasional. “Saya dapat mengatakan kepada Anda bahwa saya mengambil alih isu keselamatan nuklir dan keamanan yang sangat serius.” Beliau juga akan mengadakan sidang pertemuan tingkat tinggi bersama pejabat dari seluruh dunia pada bulan September untuk mendiskusikan hasil dan kerjasama internasional untuk keamanan dan keselamatan nuklir. Para pelajar menyerukan aspirasi untuk beberapa inisiatif ini dan menegaskan kepastian untuk membantu pemulihan Jepang. Dalam kunjungannya, Ban berulang kali menawarkan apa istilah untuk Jepang “kizuna” atau hubungan persahabatan. “Ini berarti tulang kita kuat untuk keluarga dan teman. Kemanusiaan yang lazim, diluar politik dan nasionalisme,”beliau mengatakan kepada pelajar. Sekertaris-Jenderal mengamati bahwa karena penderitaan yang telah dialami oleh para siswa mereka dapat “mengerti kerusakan dan kehilangan dengan baik.” Dengan memahami itu, beliau menambahkan, “kamu dapat melakukan banyak untuk menolong komunitas dan dunia kita.” Ban menghormati kenangan mendinag di Kota Soma dengan latar belakang daerah yang masih hancur. “Ini adalah moment untuk kemanusiaan, diluar politik dan nasionalisme,”kata beliau. “Sementara saya terkejut dan sedih oleh tingkat kerusakkan oleh bencana berkepanjangan yang saya lihat. Saya telah melihat bagaimana kekuatan dan semangat yang gigih dan tekad masyarakat Jepang dan saya yakin, Jepang dapat mengatasi masalah ini secepatnya,”beliau mengatakan kepada wartawan setelah rapat dengan Perdana Menteri Naoto Kan. Ban mengatakan beliau menyambut jaminan Tn. Kan bahwa “Pemerintah Jepang akan berbagi pengalaman berharga dan pelajaran dari tragedy ini dengan masyarakat internasional, khusunya di bidang pengurangan resiko dan kesiapan darurat dan juga memperkuat standar keselamatan nuklir. Kunjungan Sekertaris-Jenderal bertepatan dengan perayaan ke-66 serangan atom di Jepang dan beliau mengambil kesempatan ini untuk menegaskan kembali "komitmen tak tergoyahkan untuk membebaskan dunia dari semua senjata nuklir. Pada pengamatan dengan Menteri luar Negeri, Ban, yang tahun lalu mengunjungi Upacara Perdamaian Peringatan Hiroshima, berterima kasih kepada Jepang untuk keterlibatan konstruktif dengan negara yang memiliki senjata nuklir dan perjanjian untuk membebaskan dunia dari ancaman nuklir. Diterjemahkan oleh Ratna Kartika Sari |
||||
|
||||