![]() |
|
Kantor HAM PBB minta Nigeria untuk selidiki kekerasan, etnis dan agama |
||||
|
9 September 2011 – Kantor HAM PBB pada hari Jumat (09/09) meminta pemerintah Nigeria untuk melakukan penyelidikan atas kekerasan etnis dan agama di negaranya yang baru-baru ini terjadi, termasuk menampis segala bentuk hasutan dan mendorong adanya rekonsiliasi diantara kelompok masyarakat. “Kami cemas mengenai kerkerasan terbaru ini, yang telah membara di Nigeria ‘Sabuk Tengah’ dalam beberapa minggu terakhir yang menyebabkan kematian, luka-luka dan kehancuran,” menurut Rupert Colville, juru bicara untuk Komisioner Tinggi HAM PBB. Sekitar 70 orang dilaporkan tewas sejak kekerasan etnis dan agama terjadi di awal Agustus, menurut siara pers yang dikeluarkan oleh kantor HAM PBB (OHCHR). |
|||
Ini termasuk pembunuhan terhadap 10 orang dalam bentrokan antara pemuda Kristen dan Muslim dan militer di Jos sejak pertengahan Agustus. Setidaknya ada dua orang lainnya dibunuh, dan empat lainnya luka berat di sebuah desa dekat Jos. “Kami mendesak pihak berwenang di tingkat local dan nasional untuk mengambil langkah-langkah efektif terhadap kekerasan, termasuk menampis segala bentuk ucapan hasutan dan bekerja dengan masyarakat madani, termasuk LSM HAM, para pemimpin agama dan lembaga pendidikan, untuk mencoba melakukan rekonsiliasi antar masyarakat,” Colville menuturkan kepada pers di Jenewa. “Sangatlah penting keadilan ditegakkan dengan membawa semua tersangka kekerasan dan menjamin adanya pemulihan bagi korban dan keluarganya,” beliau menambahkan. Sebagai tambahan, Colville menekankan bahwa pasukan keamanan harus “bertindak sesuai dengan hukum, dan dalam tindakan yang sesuai,” ketika menangani pecahnya kekerasan di Nigeria guna menghindari memburuknya situasi. Beliau mengungkapan kecemasannya mengenai berbagai kegiatan yang dilakukan kelompok ekstrimis Islam yang dikenal dengan Boko Haram, yang menyatakan bertanggungjawab atas pengeboman yang dilakukan di kompleks perkantoran PBB baru-baru ini di ibukota Nigeria, Abuja. |
||||
|
||||