![]() |
|
Kepala PBB gariskan rencana lima tahun guna bangun ‘masa depan yang kita mau’ |
||||
|
25 Januari 2012 – Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon pada hari Rabu (25/1) menggariskan serangkaian langkah-langkah yang beliau percayai harus diambil alih oleh komunitas internasional dalam jangka waktu lima tahun untuk membangun “masa depan yang kita mau.” Dalam sebuah sambutannya kepada Majelis Umum bulan September lalu, Ban menyampaikan lima perihal – atau kesempatan generasi – yang harus diterapkan guna menjamin masa depan masyarakat dunia yang lebih baik. Ini adalah pembangunan berkesinambungan; pencegahan dan mitigasi konflik, kekerasan HAM dan dampak dari bencana alam; membangun dunia yang lebih aman; mendukung negara-negara dalam transisi; serta bekerja untuk mengembangkan bakat-bakat perempuan dan anak-anak muda. |
|||
“Hari ini (25/1) saya ingin berbagi dengan Anda semua sebuah agenda langkah-langkah untuk lima tahun mendatang,” tutur beliau kepada Majelis saat beliau memberikan pendapatnya kepada para Negara anggota akan visinya untuk periode kedua. “Semua rencana untuk memaksimalkan kesempatan yang ada dihadapan kita. Sebuah rencana untuk membantu menciptakan masa depan yang lebih aman, lebih berkesinambungan dan setara. Sebuah rencana untuk membangun masa depan yang kita mau,” tuturnya. “Agenda langkah-langkah” yang dipaparkan pada hari Rabu (25/1) menjelaskan secara spesifik langkah-langkah yang berkaitan dengan kelima hal tersebut, termasuk sebuah kampanye secara besar-besaran untuk menghapus lima pembunuh utama dunia – malaria, polio, infeksi HIV pada anak, tetanus saat hamil dan neonatal serta campak. Ban juga mengumumkan bahwa PBB akan bekerjasama dengan para Negara Anggota untuk menjadikan Antartika sebagai Suaka Dunia dan beliau akan menunjuk seorang utusan khusus untuk pemuda. Diantara proposalnya beliau adalah KTT Kemanusiaan Dunia yang pertama kali untuk berbagi pengetahuan dan membentuk sebuah langkah-langkah terbaik yang mendasar, serta menbentuk Fasilitas Kemitraan PBB guna memetik semua kekuatan kerjasama di seluruh badan-badan dunia. “Gelombang perubahan mengelilingi kita,” tuturnya kepada Majelis. “Bila kita melakukan navigasi yang bijak, kita dapat menciptakan sebuah masa depan yang berkesinambungan yang lebih aman bagi semua. PBB adalah kapal yang akan melakukan navigasi diperairan tersebut... “Kita adalah tempat untuk melakukan kerjasama dan tindakan. Kini adalah saatnya. Kini adalah saatnya untuk menciptakan masa depan yang kita mau,” beliau menyatakan. Saat berbicara kepada kepada wartawan, Ban mengatakan bahwa sebagai tambahan kepada inti masalah PBB, beliau ingin timnya untuk melihat secara mendalam akan cara kerja PBB saat ini. “Saya ingin mengidentifikasi dimana letak kesempatannya dan kita perlu untuk bersatu dibandingkan sebelumnya,” tutur beliau. “Ini adalah masa-masa genting. Namun... ini juga mas-masa yang menjanjikan. Semakin banyak masyarakat yang menjadi terlibat; semakin banyak yang terlibat untuk mebuat perubahan. “Kita mendedikasinya tenaga dan memobilisasi sistem PBB, kami dapat menggerakkan masa depan untuk datang.” Presiden Majelis Umum Nassir Abudlaziz Al-Nasser memberikan tanggapan kepada Sekretaris-Jenderal atas agendanya yang “berani, terfokus dan melihat ke depam”, dan menambahkan bahwa isi dan langkah-langkahnya sangat relevan terhadap efektivitas, efisiensi dan memperlancar fungsinya PBB. “Saat badan dunia ini mengalami segala macam kerumitan dan tantangan, prospek dan potensi, saya yakin Sekretaris-Jenderal secara berani telah menggambarkan langkah-langkah tindakan yang dilakukan oleh Organisasi kita, khususnya Majelis ini, dan ini perlu untuk ditanggapi guna menghadapi keadaan global yang selalu berubah,” tuturnya kepada PBB yang beranggotakan 193 negara. Pada hari Rabu (25/1) pula, dengan tetap mengacu kepada pengumumnan bulan lalu mengenai keinginan Ban untuk melakukan perubahan terhadap tim seniornya saat beliau menjabat untuk periode keduanya, Ban mengatakan bahwa Wakil-Sekretaris-Jenderal Asha-Rose Migiro dan Chef de Cabinet Vijay Nambiar akan turn dari jabatannya. Migiro akan menjabathingga akhir bulan Juni guna menjamin kelangsungan dari persiapan Konferensi PBB untuk Pembangunan Berkesinambungan (Rio+20) yang akan berlangsung di Brasil pada bulan tersebut. Nambiat akan menjabat sebagai Penasihat Khusus Sekretaris-Jenderal untuk Myanmar, setelah terjadinya transisi di Kantor Eksekutif Sekretaris-Jenderal. Sebagai tambahan, Wakil-Sekretaris-Jenderal untuk Management, Angela Kane; Utusan Khusus untuk Anak dan Konflik Bersenjata, Radhika Coomaraswamy; dan Penasihat Khusus untuk Pencegahan Genosida, Francis Deng, akan melepaskan jabatannya pada tahun ini.
|
||||
|
||||