![]() |
|
Kepala PBB serukan Presiden Suriah agar tidak bunuh rakyatnya sendiri |
||||
|
15 Januari 2012 -- Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon pada hari Minggu (15/1) mengulangi seruannya kepada pemimpin Suriah untuk mengakhiri pertumpahan darah di negeri mereka, dengan menyatakan bahwa era kediktatoran dan kekuasaan dinasti sudah berakhir. “Sekali lagi saya mengatakan kepada Presiden Assad di Suriah: hentikan kekerasan ini. Hentikan pembunuhan terhadap rakyat Anda sendiri. Cara-cara represif sudah telah menemui jalan buntu,” menurut Ban dalam sambutannya di Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Reformasi dan Transisi menuju Demokrasi, yang diadakan di Beirut. Beliau mengatakan kepada forum, yang diadakan oleh Pemerintah Lebanon dan Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Barat (ESCWA), bahwa peristiwa besar yang terjadi pada tahun lalu telah mentransformasi kawasan tersebut dan dunia. Pelajaran yang didapat juga sangat jelas. |
|||
“Angin perubahan tidak akan berhenti bertiup. Api yang dinyalakan di Tunisia tidak akan padam,” beliau menyatakan, mengutip tentang pergolakan yang pada tahun lalu telah melengserkan presiden seumur hidup negara tersebut, Zine El Abidine Ben Ali. Revolusi Tunisia yang menimbulkan gelombang perlawanan di seluruh Afrika Utara dan Timur Tengah, hingga kemudian disebut Revolusi Arab, telah melengserkan rezim-rezim yang telah lama berkuasa di Mesir, Libya, dan Yemen. “Tidak satupun dari semua perubahan besar ini yang dimulai dengan seruan untuk meruntuhkan rezim,” menurut Sekretaris-Jenderal. “Pertama-tama, rakyat menginginkan kehormatan mereka. Mereka ingin mengakhiri korupsi. Mereka ingin dapat menentukan masa depan mereka. Mereka menginginkan pekerjaan dan keadilan, sebuah kekuatan politik yang dikuasai bersama. Mereka menginginkan hak asasi mereka. “Cara-cara lama, orde lama, telah runtuh –kekuasaan tunggal dari satu individu dan dinasti? Monopoli terhadap uang dan kekuasaan? Pembungkaman terhadap media? Tidak dipenuhinya kebebasan dasar yang merupakan hak setiap laki-laki, perempuan, dan anak-anak di dunia ini,” beliau menambahkan. Agar demokrasi dapat berhasil di dunia Arab, Ban menyebutkan empat persyaratan: reformasi nyata, dialog inklusif, memastikan keterlibatan perempuan dalam masa depan kawasan, dan didengarkannya suara kaum muda. Beliau mengemukakan komitmen PBB untuk membantu negara-negara Arab dalam proses transisi mereka. |
||||
diterjemahkan oleh: Anisa Menur |
||||