Kontes PBB bagi kampanye terbaik untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan terbuka bagi pemungutan suara

 

19 Juli 2011 - Pemungutan suara umum yang sedang berlangsung dalam kontes PBB bertujuan untuk menemukan iklan kampanye terbaik untuk mempromosikan kesadaran di Eropa mengenai pertempuran untuk mengalahkan kekerasan berbasis gender, yang mempengaruhi lebih dari dua dari setiap tiga perempuan di dunia.

Lebih dari 2,700 peserta dari 40 negara Eropa - dipersiapkan oleh para profesional kreatif dan anggota biasa dari kalangan umum - telah diserahkan untuk kontes, dan tiga pemenang akan dipilih, apakah itu dari tujuh anggota juri ahli atau dengan suara dari pengguna Internet.

Satu dari tiga hadiah yang akan dibagikan dalam “Pilih untuk Berkata Tidak - Bersatu untuk Mengakhiri Kekerasan terhadap Perempuan” kompetisi akan masuk ke kampanye yang menerima suara publik paling banyak, dan pengguna Internet hingga tanggal 31 Juli.

Kompetisi ini adalah sebuah inisiatif dari Kantor Penerangan Regional PBB untuk Eropa Barat (UNRIC) di Brussels, Kantor Penerangan PBB lainnya di seluruh Eropa dan Entitas PBB untuk Kesetaraan Gender serta Pemberdayaan Perempuan (UN Women) dan dirancang untuk meningkatkan usaha global dalam mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.

 “Bergabung dalam usaha untuk menghentikan kekerasan adalah tanggung jawab setiap orang. Pemerintah, perusahaan swasta, kelompok masyarakat madani, komunitas dan individu dapat membuat kontribusi penting. Laki-laki dan anak laki-laki harus aktif dalam mendorong rasa hormat bagi perempuan dan tidak ada toleransi terhadap kekerasan,” kata Michelle Bachelet, Direktur Eksekutif UN Women.

Menurut UN, hampir lebih dari 70 persen perempuan telah mengalami kekerasan dalam hidupnya. Kelanjutan dari masalah tersebut meminta Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon untuk meluncurkan kampanye global “Bersatu untuk Mengakhiri Kekerasan terhadap Perempuan” pada tahun 2008.

 “Kita hidup dalam sebuah dunia yang penuh kekerasan. Kekerasan terhadap perempuan merupakan yang sangat tidak ditoleransi karena kontradiksi antara cinta dan kebrutalan, penolakan terhadap kesetaraan,” tutur Jacques Séguéla, Wakil Presiden dari perusahaan periklanan Havas dan salah satu anggota juri. “Tidak akan pernah cukup dari kita untuk mobilisasi terhadap tantangan ini yang waktu atau modernitas dapat mengontrol untuk melawan,” beliau menambahkan.

Afsané Bassir-Pour, Direktur UNRIC, memuji antusias dari bergabungnya Eropa dengan kompetisi dalam kampanye “WeCanEndPoverty” tahun lalu.

 “Karena subyek dari kompetisi tahun ini, sayang sekali, merupakan sebuah isu nyata bagi setiap negara, kita dapat berharap antusias dan kreativitas yang sama untuk menaruh sorotan pada hal tersebut,” beliau berkata.

Diterjemahkan oleh: Devi Natasia