![]() |
|
Kunjungi Gaza, Ban tegaskkan kembali komitmen untuk perjuangan Palestina |
||||
|
2 Februari 2012 – Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon pada hari Kamis (2/2) berkunjung ke Jalur Gaza, dimana beliau menekankan komitmen untuk terus bekerja demi perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, serta menyuarakan keprihatinannya terhadap meningkatnya kebutuhan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina. Ban saat ini tengah berada kawasan tersebut untuk mendorong otoritas Palestina dan Israel untuk melanjutkan dialog yang telah mereka mulai di Yordania pada awal bulan ini – dan untuk mengkaji ulang kemajuan dan tantangan yang ada dalam jalan menuju perdamaian Selama kunjungannya, Ban mendatangi proyek perumahan dan sekolah putri yang didirikan oleh Badan Bantuan PBB (UNRWA). Beliau juga menemui anak-anak yang mengalami cedera parah selama konflik, dan sangat tersentuh oleh kisah mereka. |
|||
Dalam sebuah pertemuan pers pagi ini, Ban menekankan bahwa PBB akan melanjutkan tugas mereka di kawasan tersebut, yang meliputi proyek infrastruktur seperti pembangunan unit perumahan, sekolah, dan fasilitas air bersih, sampai bantuan kemanusiaan dan inisiatif jangka panjang yang melibatkan rakyat Gaza untuk menstimulasi ekonomi dan pertumbuhan sosial. “Diperlukan perubahan yang lebih lanjut, segera, dan berjangkauan luas, termasuk diakhirinya perpecahan di Plaestina,” Ban menyampaikan kepada reporter. “Saya dengan keras menekan perubahan kebijakan yang memungkinkan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pihak lainnya untuk menyelesaikan tugas kami,” beliau mengatakan. Pada awal bulan ini, PBB meluncurkan permohonan darurat senilai lebihd ari USD 300 juta untuk membantu rakyat Palestina yang hidup di Jalur Gaza dan Pesisir Barat yang masih terkena dampak dari konflik yang berakhir tiga tahun lagi, seklaigus juga berbagai keperluan bersifat kemanusiaan. Sebagai bagian dari kunjungannya, Ban pada mulanya dijadwalkan akan bertemu dengan perwakilan dunia bisnis dan masyarakat sipil, namun kegiatan ini dibatalkan ketika lusinan demonstran Palestina mengepung rombongan yang tengah bergerak menuju Israel dari Gaza. Para demonstran, yang banyak diantaranya merupakan kerabat dari tahanan Palestina di penjara Israel, melemparkan sepatu dan berbagai benda lainnya ke rombongan. Ban, yang kemarin malam bertemu dengan Menteri Urusan Penjara Palestina, Issa Karake, mengatakan bahwa beliau memahami dan merasakan keputusasaan dan keprihatinan mereka. “Inilah sebabnya saya kembali lagi untuk ketiga kalinya. Ada masalah- masalah sosial, ekonomi dan kemanusiaan yang mendesak. Rakyat harus dapat bergerak dengan bebas. Barang-barang harus dapat diimpor dan diekspor tanpa batasan apapun. Itu sebabnya saya telah menekan otoritas Israel untuk mengangkat segala batasan, tanpa syarat apapun.” Ban kemudian pergi ke Erez di Israel, dimana beliau mengunjungi Sapir College dan bertemu dengan korban selamat dari serangan roket yang menyerang sebuah bus sekolah. Berbpidato di sekolah, beliau mengatakan bahwa tidak ada justifikasi untuk penembakan roket dan mortar ke Israel. “Teror kepada penduduk sipil, yang terjadi hamper setiap hari, sungguh tidak dapat diterima,” Ban mengatakan. “Orang-orang diharuskan untuk memperkuat sekolah-sekolah seperti ini, serta rumah sakit dan halte bus. Mereka harus terus memikirkan dimana tempat perlindungan yang terdekat. Inilah yang harus Anda lakukan demi keselamatan. Tapi mari kita perjelas; ini bukan tentang bagaimana seseorang, dimanapun dia berada, menjalani hidup,” beliau menambahkan. Kemudian, dalam sebuah sambutan di konferensi Herzliya 2012 di Tel Aviv, Sekretaris-Jenderal mendiskusikan gerakan Revolusi Arab dan dampaknya terhadap kawasan, menekankan bahwa masa depan Israel tidak dapat diraih dengan mengisolasi diri, melainkan dengan berdampingan bersama Negara-negara Timur Tengah yang demokratis. “Kita harus menyambutu evolusi yang bersejarah –dan tidak dapat dihindari ini. Kita tidak harus mengulang kesalahan pandangan bahwa dunia Arab tidak siap menerima demokrasi,” Ban mengatakan. “DImanapun, rakyat mengekspresikan kerinduan yang fundamental terhadap kehormatan, kebebasan, dan HAM.” Ban juga bertemu dengan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak dan Ketua Partai Kadima dan pemimpin oposisi di Knesset, Tzipi Livni, bersama mereka beliau mendiskusikan status proses perdamaian Timur Tengah dan perkembangan kawasan lainnya. Dalam sebuah pertemuan mala mini, Ban menekan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak untuk mengambil langkah lanjut mengenai situasi di Gaza dan mengungkapkan harapannya bahwa kedua belah pihak akan melanjutkan dialog yang ditengahi oleh Yordania.
|
||||
Diterjemahkan oleh: Anisa Menur Maulani |
||||