![]() |
|
PBB peringati 10 tahun serangan teroris terhadap Amerika Serikat |
||||
|
9 September 2011 – Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Jumat (9/09) memperingati 10 tahun serangan teroris pada tanggal 11 September terhadap Amerika Serikat dengan sebuah acara hikmad di Aula Majelis Umum, music, puisi serta keinginan untuk mengintensifkan perang melawan terorisme di mana pun itu dilakukan di dunia. “11 September akan menandai memori kolektif kita selamanya. Kita semua ingat apa yang sedang kita lakukan ketika kita mendengar apa yang sedang terjadi. Peristiwa mengerikan ini tida dapat digambarkan, "kata Presiden Majelis Joseph Deiss dalam sambutan pembukaannya. "Kami ingin berada di sini untuk mengungkapkan simpati dan solidaritas untuk semua korban dari aksi teroris yang menyerang secara acak di dunia dan tanpa henti-hentinya. Kami berada di sini untuk mengekspresikan kemarahan kita pada tindakan terorisme, secara tegas mengutuknya dan berjuang untuk melihat para pelakunya dihukum. " |
|||
Deiss menekankan bahwa aksi global sangat penting dalam menanggapi terorisme internasional, yang beliau sebut "pelanggaran terhadap toleransi" dari tujuan dan prinsip-prinsip PBB dan cita-cita perdamaian, keamanan dan persahabatan antara umat. "Mengingat proliferasi ancaman teroris dan tindakannya, kita harus mengintensifkan upaya kita tanpa adanya penundaan," tutur beliau. "Kita harus segera mengadopsi segala tindakan yang diperlukan untuk melengkapi instrumen yang ada." Wakil Sekretaris-Jenderal Asha-Rose Migiro mengatakan "serangan tersebut bukan hanya ditujukan kepada satu negara, mereka menyerang umat manusia itu sendiri, dan nilai-nilai universal perdamaian dan martabat PBB diciptakan untuk mempromosikan dan membelanya." Migiro mencatat bahwa baik Majeli Umum dan Dewan Keamanan "menyatukan suara mereka secara serempak" untuk mengutuk serangan dan menuntut adanya keadilan. Sejak tahun 2001, Migiro mencatat, PBB telah mengadopsi Strategi Anti-Terorisme Global, Aliansi Peradaban PBB telah dibentuk untuk menjembatani kepercayaan dan pemahaman antara masyarakat dan budaya, serta badan dunia telah mendorong semua negara untuk mematuhi traktat global yang berusaha untuk memotong dana untuk mendukung kegiatan terorisme. "Pada saat yang bersamaan, kami terus melanjutkan pekerjaan kami yang panjang untuk perdamaian, yang mencakup upaya diplomasi preventif, mendukung demokrasi dan bekerja untuk Negara-negara tidak jatuh ke dalam kekacauan." Pada peringatan hari Jumat (9/09), New York City Symphony orkestra memainkan musik dan solois Mzuri Moyo dan David D'Or, bernyanyi Still I Rise dan Amazing Grace. Para pemuka agama membaca puisi oleh Maya Angelou, setelah itu mereka menyalakan lilin secara bersama-sama dan diikuti dengan satu menit mengheningkan cipta. Secara terpisah hari ini, dalam sebuah pernyataan presiden, Dewan Keamanan "menegaskan kembali bahwa terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya merupakan salah satu ancaman paling serius terhadap perdamaian dan keamanan dan bahwa setiap tindak pidana dan terorisme tidak dapat dibenarkan terlepas dari motivasi mereka, kapan pun dan dilakukan oleh siapa pun." Dalam pesan itu sendiri, Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon mencatat bahwa "untuk benar-benar menghormati kenangan mereka yang meninggal - dan pengorbanan para pemberani yang bergegas ke lokasi serangan untuk menolongnya -. semua orang harus berdiri melawan terorisme" Ban mengatakan PBB bertekad untuk memainkan perannya "dengan menyatukan semua negara untuk mencari keadilan, mempromosikan perdamaian dan membangun masa depan yang lebih baik dan lebih aman untuk generasi mendatang." |
||||
|
||||