PBB rayakan Hari Internasional Nelson Mandela dengan aktivitas pelayanan umum

 

New York - 18 Juli 2011 – Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Senin (18/07)  merayakan Hari Internasional Nelson Mandela yang kedua dengan serangkaian acara yang mendedikasikan untuk pelayanan umum, seperti pidato, pameran dan pemutaran film mengenai kontribusi mantan Presiden Afrika Selatan sebagai pembela hak asasi manusia, pejuang kebebasan dan pencetus perdamaian.

Di New York, para diplomat dan staf PBB berkumpul di Central Park untuk mengecat bangku sebagai bagian dari kampanye “Beraksi! Ilhami Perubahan” oleh Mandela Foundation, yang telah mendesak orang-orang di Dunia untuk menjaminkan “pelayanan 67 menit” pada hari Senin (18/07) guna menghormati Mandela yang telah memberikan pelayanan umum selama 67 tahun.

Sebuah pameran dimana pengunjung dapat belajar mengenai Mandela melalui sebuah materi video dan audio yang juga diperlihatkan di Kantor Pusat PBB.

Di wilayah Sudan yang bermasalah, Darfur, pasukan perdamaian gabungan antara PBB-Afrika (UNAMID) membuat sebuah acara di sekolah perempuan lokak di El Fasher, ibukota dari wilayah Darfur Utara, dimana pasukan yang sedang dalam misi mengirimkan material sekolah, menanam pepohonan, mengecat ulang dinding dan bernyanyi.

Pasukan Perdamaian PBB di Cyprus (UNFICYP) dan Asosiasi negara untuk Dialog dan Penelitian Sejarah menandai Hari tersebut dengan pemutaran film tahun 2009 Invictus, yang menceritakan mengenai Afrika Utara pada tahun 1995 saat Rugby World Cup, yang diselenggarakan setelah Mandela menjadi presiden.

Aktivis anti-apartheid Gay McDougall, yang sekarang adalah Ahli Independen PBB mengenai Kaum Minoritas, sedang bersama Mandela ketika beliau memberikan suaranya untuk pertama kali dalam hidupnya pada tahun 1994.

 “Saya kira hal tersebut (Hari Internasional Nelson Mandela) adalah sebuah kesempatan tahunan bagi orang-orang untuk merayakan - untuk mengingatkan diri mereka agar merayakan dan mempertegas komitmen pada diri mereka agar memiliki dedikasi yang berprinsip pada persamaan yang Nelson Mandela persembahkan bagi kita semua,” beliau berkata pada Radio PBB.

David Dinkins, mantan walikota New York, yang memfasilitasi kunjungan resmi pertama Mandela ke Amerika Serikat tahun 1990, mengatakan hal yang paling menarik mengenai Afrika Utara adalah “kehadiran total dari kepahitannya. Hanya seseorang yang bisa membayangkan apa yang telah beliau lewati, apa yang telah beliau saksikan, namun beliau tetap lemah-lembut, yang tidak akan pernah keliru mengenai kelemahan.”

 “Karena apa yang telah dilakukan oleh Nelson Mandela, saya pertahankan itu menunjukkan bahwa suatu hari akan terdapat kedamaian di Timur Tengah dan Irlandia Utara,” beliau mengatakan pada Radio PBB.

Diterjemahkan oleh Devi Natasia