PBB semakin diperlukan setelah ‘tahun yang luar biasa’ - Ban

 

14 Desember 2011 – Perserikatan Bangsa-Bangsa kini “semakin diperlukan” untuk menangani tantangan bumi yang semakin mendesak, dari dampak perubahan iklim hingga meningkatnya hak asasi manusia untuk membantu manusia menghadapi krisis kemanusiaan, tutur Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon kepada pers dalam konferensi pers akhir tahun pada hari rabu (14/12).

“Tahun ini adalah tahun yang luar biasa,” tutur Ban kepada jurnalis di Markas Besar PBB di New York, dan mengutip perihal Arab Spring, lahirnya Sudan Selatan sebagai negara baru dan Anggota baru PBB, serta perkembangan politik yang menjanjikan di Myanmar sebagai contoh.

“Saya yakin bahwa kita berada dititik perubahan dalam sejarah. Semua ini berubah. Peraturan-peraturan lama mulai tidak berlaku, Kita tidak tahu orde apa yang akan muncul. Namun kita bisa yakin: PBB akan berada digaris depan.”

Ban yang telah menjalani periode pertamanya sebagai Sekretaris-jenderal pada tanggal 31 Desember, mengatakan bahwa sejak beliau menjadi kepala PBB pada bulan Januari 2007, beliau telah “berusaha untuk memajukan yang praktis , bertindak sesuai visi dan orientasi PBB sebagai suara dari mereka yang tidak bersuara dan para pembela dari mereka yang tidak membela diri.

Ban juga mengatakan bahwa PBB “sejak awal dan tegas” saat Arab Spring merebak ke Timur Tengah dan Afrika Utara,” dan menyerukan kepada para pemimpin untuk mendengarkan suara rakyatnya.”

PBB telah “memainkan peranan penting dalam membebaskan Libya. Kami siap untuk melanjutkan bantuan kepada Tunisia dan Mesir bila mereka minta. Perjanjian tersebut dimediasi oleh utusan PBB di Yemen yang menyerukan untuk segera mengakhiri pertikaian – serta menciptakan sebuah pemerintahan nasional yang bersatu.”

Sekretaris-Jenderalmencatat bahwa peristiwa dititik-titik panas di dunia “terus menguji kemampuan kami untuk memecahkan” dan menuntut adanya kebersamaan, tanggapan secara bersama dari komunitas internasional.

“Di Suriah, lebih dari 5,000 orang tewas. Ini tidak boleh berlanjut. Atas nama kemanusiaan, kini saatnya komunitas internasional untuk bertindak,” tutur beliau.

“Di Afghanistan, kami menghadapi ketidakamanan yang berlanjut. Konferensi minggu lalu di Bonn meyakinkan kembali komitmen komunitas internasional terhadap kemitraan kami hingga 2014 dan seterusnya. Bersama dukungan [Diplomatik Timur Tengah] Kwartet, kita harus terus mendesak adanya perdamaian antara Israel dan Palestina. Di Tanduk Afrika, masih banyak yang mengalami kelaparan.”

Tetapi Ban menekankan bahwa PBB telah membantu terjaminnya kemajuan yang substansif dalam beberapa hal, termasuk pembicaraan perubahan iklim di Durban, Afrika Selatan, dan memajukan “bertanggungjawab untuk melindungi.”

“Di Pantai gading, [mantan presiden] Laurent Gbagbo berusaha untuk menggulingkan permintaan rakyatnya. Kami memegang teguh demokrasi – dan kini, beliau ada di Hague. Kami berdiri tegak, melawan Muammar al-Qadhafi ketika beliau ingin membantai rakyatnya bagaikan ‘tikus.’

“Ini adalah kemenangan yang penting bagi keadilan dan hukum internasional. Selama lima tahun terkahir, kami telah berulang kali menentang kebebasan dari hukuman. Kami telah memperkuat hukum dan Mahkamah  Kejahatan Internasional (ICC), yang kini telah diratifikasi oleh 120 negara dan akan akan terus bertambah.”

Ban – yang bulan depan akan menyusun rencana tindakan untuk masa keduanya – juga mengingatkan bahwa PBB telah meningkatkan diplomasi dan mediasi pencegahan dan “telah menghasilkan hasil yang memuaskan,” di berbagai negara seperti Sierra Leone, Kyrgyzstan, Siprus, Nepal dan Guinea.

Sebagai tambahan, beliau mengutip PBB akan memperkuat komitmennya terhadap hak hak perempuan, upaya yang berkelanjutan untuk mempromosikan reformasi PBB sebagai tonggak sejarah untuk pembangunan berkesinambungan yang akan diadakan di Rio de Janeiro, Brasil, bulan Juni tahun depan.