![]() |
|
PBB serukan negara-negara G-77 untuk perjuangkan agenda pembangunan |
||||
|
11 Januari 2012 - Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon dan Presiden Majelis Umum Nassir Abdulaziz Al-Nasser pada hari Rabu (11/1) menyerukan kepada blok negara-negara berkembang yang dikenal sebagai Group of 77 (G-77) dan China untuk memastikan diambilnya langkah konkret dan dapat dipertanggungjawabkan dalam konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai pembangunan berkelanjutan mendatang di Rio de Janeiro, Brasil. “Perlindungan terhadap lingkungan hidup merupakan prioritas utama dalam perundingan di Rio,” menurut Ban dalam sebuah upacara di Markas Besar PBB dimana Argentina menyerahkan keketuaan G-77 kepada Algeria. Duta Besar Argentina Jorge Argüello menyerahkan keketuaan G-77 kepada Duta Besar Algeria Mourad Benmehidi. |
|||
Masyarakat internasional akan berkumpul dalam Konferensi PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan (Rio +20) di Rio de Janeiro pada Juni untuk menentukan langkah menuju dunia yang lebih berkelanjutan dan adil. Konferensi tersebut akan berfokus kepada dua tema – ekonomi hijau dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan pemberantasan kemiskinan; dan sebuah rangka kerja institusional untuk pembangunan berkelanjutan. “Memperkenalkan pertumbuhan ekonomi yang seimbang dan stabil dan memastikan keadilan sosial merupakan hal yang utama,” menurut Ban. “Walaupun begitu, tantangan yang dihadapi sangatlah besar. Krisis hutang yang berlanjut di Eropa dan di tempat-tempat lain. Pasar yang tidak stabil. Anggaran yang terus ditekan. Pengangguran yang luar biasa tinggi. “Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan komitmen penuh terhadap negara-negara anggotanya, harus bertindak tegas dan akurat. Sekali lagi, peranan G-77 merupakan bagian dari usaha global untuk menggerakkan political will demi mencapai pembangunan berkelanjutan,” beliau menambahkan. G-77, yang didirikan pada 1964 oleh 77 negara, saat ini beranggotakan 130 negara, sekitar dua pertiga dari keanggotaan PBB, dan lebih dari 60 persen populasi dunia. Al-Nasser menekankan perlunya tindakan terkoordinasi oleh G-77 dan China untuk memastikan keberhasilan Rio+20. “Saya yakin bahwa di bawah kepemimpinan Algeria, negosiasi dalam Rio +20 akan membawa hasil yang baik dan akan menjadi kesempatan untuk mewujudkan visi yang baru,” menurut Al-Nasser dalam sebuah pidato yang disampaikan atas namanya oleh kepala cabinet, Mutlaq al Qahtani. “Ini merupakan sebuah visi yang berdasarkan sebuah program tindakan yang nyata untuk mengetahui perbedaan dalam implementasi agenda pembangunan berkelanjutan, sekaligus juga usaha untuk mengenal tantangan-tantangan baru. Mengenai pencapaian cetak biru pemberantasan kemiskinan global yang dikenal sebagai Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs), Sekretaris-Jenderal juga menghimbau G-77 dan China untuk berjuang memastikan bahwa target-target tersebut dalam dicapai pada tenggat waktu 2015. “Kita juga harus mulai berpikir mengenai langkah berikutnya setelah 2015. Saya mengundang G-77 dan China untuk berpartisipasi aktif dalam dialog mengenai agenda pembangunan internasional pasca-2015. Dalam setahun mendatang dan seterusnya, kita memiliki kesempatan yang bersejarah untuk mengubah cara kita memandang pembangunan,” menurut Ban. Al-Nasser juga mengajukan dukungan penuh terhadap usaha bersama G-77 untuk mengatasi tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan agenda pembangunan PBB. “Bersama kita harus memastikan bahwa program dan aktivitas yang dilakukan untuk mengetahui kebutuhan negara-negara berkembang dibuat berdasarkan sumber daya yang tepat. “Saat tenggat waktu untuk pencapaian MDGs semakin mendekat, kita harus bekerja sama untuk memastikan perkembangan yang telah kita capai sejauh ini dan membangun perekonomian dan pembangunan,” beliau mengatakan. |
||||
Diterjemahkan oleh Anisa Menur |
||||