![]() |
|
PBB suarakan kecemasan setelah puluhan orang tewas oleh ledakan bom di ibukota Suriah |
||||
|
6 Januari 2012 – Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon dan Dewan Keamanan pada hari Jumat (6/01) menyuarakan kecemasannya atas situasi yang memburuk di Suriah setelah terjadi serangan bom bunuh diri di ibukota, Damaskus, yang mengakibatkan beberapa orang tewas atau terluka. Media melaporkan ada sekitar 26 orang tewas dalam serangan pada hari Jumat (6/01) dekat sebuah perempatan padat di Damaskus, dan sekitar 50 orang terluka. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicaranya, Ban mengutuk serangan teroris tersebut dan menyampaikan bela sungkawanya kepada keluarga korban dan kepada rakyat dan pemerintah Suriah. |
|||
Ban menyadari bahwa ribuan orang telah kehilangan nyawa si Suriah sejak ketegangan mulai pada bulan Maret tahun lalu, sebagai bagian dari gerakan Arab spring yang melanda Timur Tengah dan Afrika Utara dan menjatuhkan beberapa rezim yang telah lama berdiri. “Semua bentuk kekerasan tidak dapat diterima dan harus berhenti,” pernyataan itu menegaskan. Dewan Keamanan dalam pernyataan persnya juga mengekspresikan rasa simpati dan bela sungkawanya yang mendalam kepada para korban dari “tindakan mengerikan” serta kepada keluarganya dan rakyat Suriah. Para anggota Dewan meyakinkan kembali bahwa “tindakan terorisme dengan segala bentuk dan menafestasinya merupakan ancaman serius bagi perdamaian internasional dan keamanan, serta segala tindakan terrorism adalah kejahatan dan tidak dapat dibenarkan, apa pun itu movitasnya, dimanapun dan siapa pun pelakunya.” Dewan juga mengukuhkan kembali keteguhannya untuk melawan segala bentuk terorisme, sesuai dengan tanggung jawabnya dibawah Piagam PBB. Piagam juga mengingatkan kembali Negara-negara bahwa mereka harus mengambil segala tindakan sesuai dengan tanggung jawab mereka dibawah hukum internasional, khususnya hak asasi manusia internasional, pengungsi dan hukum humaniter. Dalam tanggapannya kepada pertanyaan yang diajukan oleh para jurnalis di Markas Besar PBB, Ban menghargai upaya yang dilakukan oleh Liga Negara-negara Arab untuk mencari solusi damai guna mengakhiri pertumpahan darah di Suriah. Ban juga mengatakan bahwa PBB siap untuk menyediakan bantuan teknis kepada Liga yang melakukan pengawasan di Suriah, melalui Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi. |
||||
|
||||