Pantai Gading: utusan PBB suarakan keprihatinan atas peristiwa kekerasan yang terjadi sebelum pemilihan

 

8 Desember 2011- Tiga hari sebelum rakyat Pantai Gading pergi ke tempat pemungutan suara untuk memberi suara dalam pemilihan parlemen yang krusial, pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa di negara Afrika Barat telah mengungkapkan keprihatinan atas rangkaian peristiwa kekerasan oleh kelompok bersenjata yang mengepung beberapa kandidat.

Bert Koenders, Perwakilan Khusus Sekretaris-Jenderal untuk Pantai Gading, memanggil partai politik negara tersebut dan penduduk yang lebih luas untuk memastikan bahwa pemilihan diadakan dalam suasana yang damai, juru bicara beliau berkata pada wartawan di Abidjan pada hari Kamis (8/12).

Koenders – yang dijadwalkan untuk memberi penjelasan kepada  para anggota Dewan Keamanan nanti pada hari Kamis (8/11) mengenai situasi sebelum pemilihan – menegaskan bahwa rakyat Pantai Gading harus “menghindari semua provokasi yang tidak berguna dan berlebihan yang dapat menimbulkan prasangka terhadap proses pemilihan umum. 

Perwakilan Khusus, yang juga merupakan kepala misi perdamaian PBB (UNOCI), mengatakan bahwa peristiwa-peristiwa kekerasan yang melibatkan kelompok bersenjata yang mengepung para kandidat bagaimanapun telah diisolasi dan kampanye secara keseluruhan berakhir dengan tenang.

UNOCI telah mengantarkan kertas suara, lembar penghitungan, persediaan tinta dan bahan cetak lainnya melalui darat maupun udara dari gudang baik di Abidjan maupun di Yamoussoukro, ibukota, untuk departemen pusat untuk pemilihan.

Bahan-bahan telah dikirimkan ke Boundiali, Kouibly dan Tengréla, UNOCI melaporkan, dengan konvoi yang dijadwalkan mencapai 14 lokasi lainnya antara hari Kamis (8/12) dan hari Minggu (11/12).

Dukungan misi pemilihan atas kerja sama UN Development Programme (UNDP) dan UN Office of Project Services (UNOPS).

Sejak hari Senin (5/11), kontingen militer UNOCI juga telah mengantarkan 6,000 pasukan Pantai Gading menuju berbagai lokasi untuk memastikan keamanan pemungutan suara.

Rakyat Pantai Gading akan memberikan suara mereka untuk 225 kursi anggota-di Majelis Nasional, hampir satu tahun setelah Alassane Ouattara memenangkan pemilihan presiden yang diperdebatkan sehingga menuju kekerasan mematikan selama berbulan-bulan ketika pihak di posisi kedua dan pemimpin sebelumnya Laurent Gbagbo menolak untuk turun.

Gbagbo akhirnya ditangkap oleh pasukan keamanan dan sejak saat itu telah diantarkan ke Den Haag di Belanda untuk menghadapi persidangan di Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) atas kejahatan terhadap kemanusiaan karena dugaan perannya dalam kekerasan setelah pemilihan.

Diterjemahkan oleh Marita Kurniasari Permata Dewi