Pendidikan perempuan ‘investasi cerdas global,’ tutur Ban di Forum Ekonomi Dunia

 

26 Januari 2012 – Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon pada hari Kamis (26/1) meminta kepada para pelaku bisnis yang menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, untuk meningkatkan investasi mereka dalam bentuk pendidikan untuk perempuan dan kesehatan guna menjamin partisipasi mereka dalam perekonomian dunia.

“Berinvestasi dalam kesehatan perempuan dan anak perempuan adalah langkah yang benar dan tepat untuk perekonomian nasional dan stabilitas global,” tutur ban dalam sebuah acara yang dilakukan oleh inistiatif Every Woman Every Child, sebuah upaya global yang diluncurkan pada tahun 20120 guna memobilisasi dan meningkatkan tindakan global untuk menyelamatkan 16 juta jiwa perempuan dan anak perempuan dan meningkatkan tarap hidup jutaan orang lainnya. 

“Komunitas pelaku bisnis dapat membantu. Kemitraan Anda sangat penting dalam mencegah penderitaan yang tidak perlu diterima oleh mereka dimana pun,” tutur Ban, dan menambahkan selain kemajuan saat ini, tetap masih banyak yang harus dilakukan.

Ban menggarisbawahi perlunya meningkatkan upaya kesehatan ibu hamil agar perempuan dimanapun dapat melahirkan dengan selamat. “Tahun lalu, lebih dari 300,000 perempuan meninggal saat melahirkan. Sebagian besar dari kematian tersebut dapat dihindari sebenarnya.”

Sekretaris-Jenderal juga menekankan perlunya menyediakan pendidikan yang dapat meningkatkan taraf hidup, memberikan kontribusi kepada ekonomi dan memulai sebuah keluarga ketika memutuskan melakukannya. Ban juga menekankan bahwa peran dari komunitas bisnis dapat membantu kesuksesan mereka.

“Sektor swasta memiliki posis yang unik untuk memberikan kehidupan yang lebih baik untuk perempuan dan anak perempuan di dunia” Ban menuturkan. “Perusahaan telekomunikasi mengerahkan jaringannya untuk memberikan solusi mengenai kesehatan melalui telefon genggam di area pedesaan. Korporasi juga mempergunakan kekuatan tenologi mereka untuk mengembangkan peralatan kesehatan yang terjangkau di kawasan terpencil. Perusahaan farmasi kini mengembangkan obat-obatan penting bagi mereka yang sangat membutuhkannya.

Ban juga mendesak para pemimpin binis untuk terus mendukung perlawanan terhadap HIV/AIDS, TBC dan malaria.

“Untuk pertama kalinya, jumlah orang yang terkena TBC menurun. Serta penderita malaria telah dipangkas hingga setengahnya di 43 negara,” tutur Ban saat makan malam dalam memperingati Global Funds for AIDS, TBC dan Malaria (GFTAM) ke-10.

“Global Fund telah memberikan kontribusi segala global untuk meningkatkan upaya pencegahan. Dan saat ini telah membantu menciptakan sebuah dunia dimana hampir tujuh juta orang dapat hidup lebih lama, lebih sehat berkat pengobatan antiretroviral bagi penderita HIV,” Ban mengatakan, selain negara perlu “menambahkan volume” dari upaya mereka mengingat masih banyak negara yang terancam oleh penyakit tersebut.

Saat di Davos, Ban mengadakan beberapa pertemuan mengenai Forum tersebut dengan beberapa pejabat termasuk Presiden Konfederasi Swis Eveline Widmer-Schlumpf, Perdana Menteri Denmark Helle Thorning-Schmidt, Menteri Luar Negeri Brasil Antonio de Aguilar Patriota dimana mereka membahas persiapan Konferensi Pembangunan Berkesinambungan (Rio+20) yang akan berlangsung serta beberapa topik lainnya.

Ban juga bertemu dengan Perdana Menteri Kenya Raila Odinga, dimana mereka membahas situasi di Somalia, Sudan dan Sudan Selatan, serta permasalahan perompakan di lepas pantai Somalia. Sebagai tambahan, Ban juga bertemu dengan Perdana Menteri Britania Raya David Cameron, dimana mereka membahas Konferensi London mengenai Somalia yang akan datang.