Pesan PBB untuk ibu: Menyusui dapat menyelamatkan nyawa bayi

 

1 Agustus 2011 - PBB dan mitranya mempromosikan penggunaan segala bentuk sarana komunikasi , termasuk jejaring sosial, blog dan bahkan berkumpul (flash mobs) untuk menyebarkan pesan mengenai keuntungan dari menyusui di seluruh klinik dan ruang bersalin kepada masyarakat luas.

Menyusui berhubungan langsung untuk mengurangi jumlah kematian anak-anak dibawah umur lima tahun, sampai sekarang hanya 36 persen anak bayi dibawah 6 bulan di negara berkembang yang diberi ASI secara eksklusif menurut badan Dana PBB untuk anak-anak (UNICEF).“

Dengan banyak sekali yang menjadi taruhan, kita harus melakukan lebih banyak untuk mencapai perempuan dengan pesan yang sederhana dan kuat: Menyusui dapat menyelamatkan nyawa bayi Anda,” Direktur Eksekutif UNICEF Anthony Lake mengatakan dalam kesempatan Pekan Menyusui Sedunia, yang diperingati dari tanggal 1 sampai 7 Agustus.

“Tidak ada tindakan campur tangan pencegahan yang lebih efektif dalam mengurangi  jumlah anak-anak yang meninggal sebelum mereka mencapai ulang tahun yang ke lima, “beliau menekankan .

Dari seluruh keuntungan menyusui, UNICEF menunjukkan bahwa menyusui dapat mengurangi kematian pada anak hingga 13 persen yang berada dibawah umur lima tahun apabila anak bayi diberi ASI  secara eksklusif dari 6 bulan dan terus menerus disusui sampai umur satu tahun.

 “ASI adalah makanan terbaik, walaupun anak bayi tersebut lahir di Uganda atau Inggris, Cina atau Kanada,” tutur Lake

Bagaimanapun, sementara tingkat menyusui di negara berkembang meningkat sebesar dua per tiga didalam negara menurut data, jutaan anak bayi masih tidak mendapatkan keuntungan dari praktek yang menyalamatkan ini.

Oleh sebab itu, UNICEF dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan mitranya memanfaatkan kesempatan Pekan Menyusui Sedunia untuk memacu cara-cara meningkatkan kesadaran dan meraih partisipan yang lebih banyak dengan pesan dari keuntungan menyusui

 “Tema dari Pekan Menyusui Sedunia yang merupakan inisiatif dari Aliansi Dunia untuk Aksi Menyusui, adalah “ Bicara pada Ku! Menyusui – sebuah Pengalaman 3D” menekankan pentingnya komunikasi pada berbagai tingkat dan antara berbagai sektor untuk mempromosikan menyusui”

 “Komunikasi adalah kunci untuk mencapai kemajuan.” tutur Flavia Bustreo, Wakil Direktur-Jenderal WHO untuk Keluarga, Kesehatan Perempuan dan Anak-anak. “Tema Pekan Menyusui tahun ini menyoroti kesempatan teknologi komunikasi yang baru untuk membuat dukungan berkualitas yang dapat di akses penyedian pelayanan kesehatan,  para ibu dan keluarga...

 “Perlindungan, promosi dan dukungan terhadap menyusui adalah penting karena, walaupun menyusui adalah alamiah, menyusui juga harus dipelajari,” tambah Dr. Bustreo

Diterjemahkan oleh : Dinda Aprilita Putri