![]() |
|
Puluhan ribu kembali ke Sudan Selatan dalam sembilan bulan terakhir - PBB |
||||
|
15 Agustus 2011 – Sekitar 330.000 kembali ke Sudan Selatan semenjak akhir Oktober tahun lalu dari negara tetangga Sudan, Lembaga Kemanusiaan PBB melaporkan pada Senin (15/8), mengatakan bahwa paling banyak orang kembali, tiba dengan menggunakan bis, kereta atau melalui hulu sungai. Sudan Selatan merdeka dari Sudan pada 9 Juli, menjadi negara terbaru di Afrika. Pemisahan negara tersebut diikuti referendum pada Januari ketika sebagian besar mayoritas dari selatan dipilih untuk menjadi merdeka, enam tahun setelah tonggak perjanjian perdamaian berakhir selama dekade perang antara utara dan selatan. Sejak akhir Juli, sekitar 7.200 orang yang kembali menerima 15 hari jatah makanan, Kantor PBB untuk urusan koordinasi kemanusiaan (OCHA) mengatakan di dalam laporannya. Kekurangan dalam hal non-makanan, seperti kelambu, telah mereda dengan datangnya pasokan tambahan, tambahnya. |
|||
Lembaga bantuan sedang merehabilitasi kakus dan mendukung vaksinasi untuk 3.000 orang yang baru kembali yang telah tiba di pelabuhan sungai Juba untuk transit ke negara timur dan barat khatulistiwa. Makanan, minuman dan fasilitas kesehatan juga disediakan di Juba sebelum orang-orang yang kembali melanjutkan perjalanannya ke daerah asal mereka. Sekitar 2.800 orang telah tiba di negara Patiang, negara kesatuan, dimana lembaga bantuan memberikan bantuan 34 ton makanan melalui udara, cukup untuk member makan 2.500 orang pada bulan itu, antara 7 dan 11 Agustus. Laporan gangguan dengan upaya bantuan terus diterima di Warrab. Tentara telah memaksa kendaraan PBB dan lembaga swadaya masyarakat untuk berhenti, dibawah todongan senjata dan memberikan tumpangan kepada orang-orang bersenjata dan orang yang tidak berseragam setidaknya lima kali dalam seminggu terakhir. Diterjemahkan oleh Ratna Kartika Sari |
||||
|
||||