Terkait kematian pemimpin, Ban katakan bahwa PBB akan terus bantu rakyat Korea Utara

 

19 Desember 2011 – Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon menyampaikan duka cita yang sedalamnya pada hari Senin (19/12) kepada Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) saat mendengar meninggalnya pemimpin mereka, Kim Jong-il, yang meninggal pada hari Sabtu (17/12).

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh jurubicara beliau, Ban juga meyakinkan kembali mengenai perdamaian dan keamanan di wilayah peninsula Korea, yang menekankan bahwa PBB akan terus menyediakan bantuan kepada rakyat Korea.

Ban juga mengatakan bahwa dia akan mengikuti perkembangan negara tersebut secara seksama.

Menurut laporan media, pemimpin DPRK meninggal akibat serangan jantung pada tanggal 17 December pada usia 69 tahun saat melakukan perjalanan dengan kereta api diluar kota Pyongyang, ibukota negara tersebut. Belia sudah memegang kekuasaan sejak 1994, setelah menggantikan ayahnya yang juga mantan pemimpin Korea Utara Kim il-sung.

Sementara itu, Negara-negara Anggota PBB di Majelis Umum pad hari Senin (19/12) mengadopsi sebuah resolusi yang menyuarakan keprihatinan mereka terhadap laporan pelanggaran HAM yang “sistematis, menyeluruh dan menyedihkan” yang terjadi di Korea Utara serta situasi kemanusiaan yang berbahaya di dalam negeri.