Sambutan Sekretaris-Jendral dalam Acara Sampingan Pertemuan Tingkat Tinggi Pemuda:
“Memberi ke Masyarakat, Menyebarkan Kebaikan”: Keterlibatan Korporasi dan Kegiatan Kemanusiaan Pemuda sebagai Jalan menuju Pembangunan, New York, 27 July 2011

 

Terima kasih, bapak Sean Koh, [Pendiri dan Direktur Utama, Koherent Inc.], atas pengantarnya. Sangat inspiratif, yang Anda katakan ini. Memang itulah yang ingin dicapai oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Bapak John Kluge, aktivis kemanusiaan dan pengusaha; Ibu Reeta Roy, Presiden dan Direktur Utama Mastercard Foundation; Monique Coleman, UN Youth Champion; rekan-rekan sekalian;

Hadirin sekalian,

Selamat pagi, dan terima kasih telah bergabung bersama kami hari ini. Saya sangat bangga dapat berada di antara pemimpin muda yang terhormat. Dari pandangan mata kalian, dan dari wajah kalian, saya rasa saya dapat melihat masa depan dunia yang lebih cerah. Saya percaya tidak lama lagi kalian akan berdiri, atau duduk, di mimbar ini dan di banyak posisi penting dalam masyarakat untuk memimpin dunia.

Mungkin saya adalah salah satu dari pemimpin dunia saat ini, namun saya yakin hari esok akan lebih baik berkat visi dan kepemimpinan kalian. Inilah yang kita ingin capai hari ini dengan berkumpul bersama seperti ini. Terima kasih yang sedalam-dalamnya.

Saya yakin kalian semua mengenal Ted Turner. Empatbelas tahun yang lalu, beliau memberikan USD 1 miliar kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mendukung misi-misi PBB, tanpa persyaratan apapun.

Dengan membuat perjanjian yang bersejarah ini, Turner mendorong orang-orang untuk mengikuti langkahnya. Ia mewujudkan sebuah semangat kemanusiaan baru yang bertujuan menciptakan dunia yang lebih baik.

Ini merupakan sebuah tradisi mulia, yang dimulai oleh keluarga Rockefeller, Carnegie, Ford, dan Nobel, yang kemudian dilanjutkan oleh Aga Khan Foundation, yang dikenal di Asia dan Afrika atas bantuan kemanusiaan yang diberikannya.

Di India, Bharti Foundation membantu anak-anak di pedesaan yang berkekurangan –terutama anak-anak perempuan – untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Di China, Li Ka-shing telah bersumpah untuk menyumbangkan sepertiga dari seluruh kekayaannya untuk berbagai proyek kemanusiaan di seluruh dunia.

Inilah alasan kita semua berada di sini pada hari ini.

Perusahaan-perusahaan swasta memainkan peran yang semakin besar dalam panggung global. Mereka menjadi semakin aktif dalam menyuarakan pembangunan dari tingkat grass-roots. Mereka mendirikan yayasan-yayasan. Mereka memprakarsai kode etik baru dalam melaksanakan corporate social responsibility (CSR).

Dua tahun lalu, di Seattle, saya bertemu dengan Bill dan Melinda Gates. Kami menikmati sarapan bersama, dan beliau sering berkunjung ke kediaman saya di Perserikatan Bangsa-Bangsa, dimana kami sering berdiskusi mengenai bagaimana kami dapat bekerja sama untuk mensukseskan misi-misi PBB. Bagaimana kami dapat menolong kaum perempuan, kaum pemuda, dengan memberikan mereka kesempatan dalam bidang sosial dan ekonomi. Kami membicarakan ketahanan pangan, kesehatan ibu dan anak, dan banyak hal lainnya.

Setelah pertemuan tersebut, seorang wartawan bertanya apakah kemunculan para aktivis kemanusiaan yang kaya-raya ini dapat menenggelamkan prestasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Saya jawab, “Justru sebaliknya.” Mereka semua adalah rekan kami. Memang inilah yang ingin kami lihat hari ini. Lihat saja tantangan yang kita hadapi saat ini. Sean Koh baru saja menyebutkannya: perubahan iklim, krisis kemanusiaan –seperti yang sekarang ini kita lihat di Tanduk Afrika –wabah penyakit yang mengancam, kelaparan, dan segala akibat dari kurangnya pendidikan dan kesempatan sosial, terutama bagi perempuan.

Untuk menghadapi tantangan-tantangan ini, kita membutuhkan kekuatan dari kerjasama –kerjasama paling luas yang pernah ada: pemerintah-pemerintah, LSM internasional, aktivis kemanusiaan dan bisnis, semuanya bekerja sama demi kemanusiaan.

Inilah sebabnya saya merasa bahagia dapat melihat Anda semua di sini minggu ini.

Acara ini merupakan sebuah kesempatan yang penting – sebuah kesempatan untuk melibatkan generasi baru pemimpin dunia.

Seperti yang Anda ketahui, [minggu ini] kami mengadakan Konferensi PBB tentang Pemuda tingkat tinggi. Majelis Umum telah menetapkan tahun ini sebagai Tahun Internasional Pemuda.

Kehadiran Anda di sini sangat berarti. Ini artinya Anda memimpin dengan memberikan contoh.

Kepada para pemimpin korporasi yang hadir di sini, saya ingin mengatakan: pertahankan prestasi ini. Dunia mengawasi Anda. Keterlibatan Anda dalam upaya menciptakan dunia yang lebih baik –dengan berbuat kebaikan –akan menginspirasikan orang lain untuk mengikuti jejak Anda. Bagi para pengusaha dan aktivis muda yang hadir di sini –generasi baru aktivis kemanusiaan –izinkan saya untuk berbicara langsung kepada kalian.

Banyak di antara kalian telah meraih kesuksesan finansial. Beberapa di antara kalian sedang menuju ke arah sana.

Mungkin kalian akan memilih untuk menyumbangkan kekayaan kalian untuk sebuah misi yang mulia.

Mungkin kalian akan mendirikan sebuha yayasan dan meninggalkan sebuah warisan.

Atau mungkin kalian akan memulai sebuah gerakan global untuk perubahan.

Atau mungkin kalian memilih untuk berkontribusi kepada masyarakat hanya dengan menjalankan bisnis kalian –dan kehidupan kalian –yang dilakukan dengan cara-cara yang berkelanjutan.

Jalan manapun yang kalian pilih, saya harap kalian akan bekerja sama dengan kami lebih erat lagi.

Bantu kami mensukseskan konferensi Rio +20 tahun depan.

Bantu kami untuk memajukan praktek bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab melalui inisiatif Global Compact.

Bantu kami menjembatani antara kaum pemuda dan dunia bisnis; dan antara kaum pemuda yang berkecukupan, dan mereka yang berkekurangan.

Bekerja samalah dengan kami sebagai rekan.

Inilah cara yang digunakan di masa depan –pemerintah, organisasi internasional, yayasan, dan bisnis bekerja sama untuk satu tujuan.

Setiap kali saya berbicara di forum seperti ini –di hadapan hadirin yang dipenuhi oleh anak muda yang terlibat dalam masalah-masalah aktual –saya selalu menekankan kekuatan individu untuk membuat perubahan, untuk mendorong perubahan. Lihat saja contoh kasus Mohamed Bouazizi, seorang Tunisia berusia 27 tahun, yang bekerja sebagai pedagang kaki lima, yang kemudian membakar diri dan mengakhiri hidupnya untuk menyuarakan rasa frustasinya. Siapa sangka bahwa kematiannya, hanya satu kematian saja dari seorang pria yang kesepian, seorang pedagang kaki lima, dapat memunculkan suatu gerakan baru di dunia Arab –demokratisasi. Selalu ada kekuatan individu yang dapat menghadirkan perubahan, yang dapat membuat perbedaan. Anda semua –setiap orang yang duduk di sini, bisa menjadi kekuatan perubahan tersebut.

Kita telah melihat kaum pemuda melakukan hal ini, lagi dan lagi. Dalam berbagai bidang, dengan berbagai cara –tidak lebih baik daripada hari ini. Kita dapat mellihatnya melalui inovasi teknologi yang luar biasa, melalui mobilisasi sosial yang menggugah. Tantangan bagi Anda –dan untuk kita semua, bersama –adalah untuk membawa bakat, visi dan sumber daya yang Anda miliki untuk menghadapi tantangan sosial di hadapan kita.

Anda telah mengetahuinya dari pengalaman Anda sendiri, saya yakin, tapi saya akan mengatakannya sekali lagi: jangan, jangan pernah kehilangan keyakinan Anda pada kemampuan individu untuk membuat perubahan dalam kehidupan orang lain.

Tidak ada target yang lebih besar, tidak ada panggilan yang lebih mulia, daripada memajukan kesejahteraan manusia dan kebaikan global.

Dengan komitmen, visi dan kesadaran akan adanya tujuan global, kita dapat melakukan hal ini.

Dan ingatlah: dengan membantu mereka untuk mengangkat derajat mereka, kita sebenarnya telah mengangkat derajat kita sendiri. Kita sendiri juga diberdayakan. Inilah sebabnya saya sangat mendukung kehadiran kita semua di sini.

Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa. Perserikatan Bangsa-Bangsa hanya dapat berhasil jika kami mendapatkan dukungan Anda, sehingga kami dapat membantu yang lain. Sebagai Sekretaris-Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa saya merasa tersentuh ketika melihat apa yang terjadi, dan bagaimana saya dapat membantu menciptakan masa depan dan kemakmuran yang lebih baik bagi kaum pemuda seperti kalian semua, beserta  mereka-mereka yang terpinggirkan seperti kaum perempuan, dan mereka yang terserang penyakit, yang membutuhkan uluran tangan kita. Setidaknya ada semiliar orang yang masih mengalami kelaparan. Lihatlah contoh kasus yang terjadi pada rakyat Somalia, Ethiopia, Djibouti, dan Kenya –ratusan ribu orang memenuhi kemah pengungsi yang sangat ramai. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengalami kekurangan dana. Kemarin saya telah berbicara dengan Raja Arab Saudi, [Emir] Kuwait, dan Perdana Menteri Qatar dan pemimpin-pemimpin dari negara-negara makmur di Arab lainnya, untuk meminta bantuan mereka, agar kita dapat menolong orang-orang ini.

Terima kasih untuk energi dan dedikasi Anda sebagai agen perubahan. Kami membutuhkan orang-orang seperti Anda. Saya tahu Anda akan menjadi bagian dari sesuatu yang BESAR untuk kemanusiaan.

Saya tidak sabar untuk melihat bagaimana hasilnya nanti, tetapi Andalah pemimpinnya, Andalah yang memiliki visi dan keterlibatan dengan isu internasional. Saya mengandalkan kempemimpinan dan komitmen Anda untuk berkerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Saya sangat berterima kasih kepada Anda semua.

Fakta Singkat

Menurut data dari Volunteering in America, 2010, 8,24 juta anak muda menjadi relawan di tahun 2008, yang merupakan peningkatan sebesar 450.000 lebih banyak dibanding tahun 2007.
 
152 juta pekerja muda tetap berada di bawah garis kemiskinan dengan pendapatan kurang dari 1,25 dollar per hari -- sumber ILO, 2009.
 

Pada tahun 2009, terdapat kira kira 9.500 realawan dari 169 negara (62%-nya berasal dari negara berkembang) yang bekerja di lebih dari 14.000 proyek. Rentang usia mereka dari 18-76 tahun, tetapi rata rata usia mereka adalah 31 tahun yang mengindikasikan jumlah relawan muda yang cukup besar, sumber UNV, 2011.