Sekertaris-Jenderal PBB desak pemimpin Suriah untuk hentikan kekerasan terhadap warga sipil

 

6 Agustus 2011 – Berbicara dengan Bashar al-Assad melalui telepon pada hari Sabtu (6/8), Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon mendesak Presiden Suriah untuk segera menghentikan menghentikan penggunaan kekuatan militer terhadap warga sipil.

Ban menyatakan keprihatinannya yang mendalam terhadap masyarakat Internasional terhadap kekerasan dan korban tewas di Suriah dalam beberapa hari terakhir, menurut catatan dari percakapan yang dirilis oleh juru bicara Sekertaris-Jenderal.

Sekitar 2.000 orang dilaporkan telah tewas dalam bentrokan di Suriah saat pengunjuk rasa turun ke jalan pada pertengahan Maret untuk menuntut kebebasan sipil yang lebih besar. Penindasan dengan kekerasan oleh pihak berwenang menerima kecaman dari PBB, termasuk Dewan Keamanan dan pejabat senior, serta para pemimpin dunia.

Menanggapi surat keterangan Presiden, dalam jumlah besar kehidupan menghilang termasuk pasukan keamanan dan polisi, Ban mengatakan, beliau mengutuk kekerasan terhadap warga sipil serta pasukan keamanan.

Dia juga menekankan bahwa penggunaan kekerasan dan penangkapan massal harus segera dihentikan sebagai pengumuman Presiden baru-baru ini untuk langkah-langkah reformasi yang memiliki kredibilitas.

Sekertaris-Jenderal menegaskan kembali seruannya kepada pemerintah Suriah untuk menerima misi dari badan-badan kemanusuaan internasional dan Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR).

Protes di Suriah adalah bagian dari gelombang pemberontakan populer yang menyaksikan di seluruh Afrika Utara dan Timur Tengah sejak awal tahun ini dan menggulingkan rezim di Tunisia dan Mesir, dan menyebabkan konflik yang tengah terjadi di Libya.

Diterjemahkan oleh : Ratna Kartika Sari