![]() |
|
Sekertaris-Jenderal PBB himbau semua pihak untuk lakukan suatu solusi politik guna selesaikan krisis Libya |
||||
|
11 Agustus 2011 - Sekertaris-Jenderal Ban Ki-moon menyerukan kembali kepada semua pihak di Libya untuk melakukan sesuatu dalam proses politik, meratapi kurangnya kemajuan dalam upaya penyelesaian konflik yang tengah berlangsung. Libya telah dilanda pertempuran dari gerakan pro-demokrasi melawan rezim Muammar al-Gaddafi yang muncul pada bulan Februari setelah protes serupa di Tunisia, Mesir dan negara-negara lain di Afrika Utara dan Timur Tengah. Melalui telepon pada hari Rabu,(10/8), Ban mengatakan kepada Perdana Menteri Libya, Baghdadi al-Mahmoudi, bahwa beliau “sangat cemas” bahwa telah terjadi kekurangan dalam upaya untuk menemukan solusi negosiasi krisis politik, meskipun ada upaya dari Utusan Khusus, Abdel-Elah Al-Khatib. |
|||
Sekertaris-Jenderal mengatakan semua pihak harus melakukan sesuatu untuk proses politik dan menghimbau Perdana Menteri untuk merespon secara konstruktif terhadap ide-ide Utusan Khusus, berdasarkan naskah yang disediakan oleh juru bicara Ban. Secara terpisah, hari Kamis (11/08) mengatakan keprihatinannya yang mendalam pada laporan jumlah korban sipil yang sangat banyak di dalam konflik. Di dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicaranya, Sekertaris-Jenderal mengungkapkan simpati yang tulus dan solidaritas dengan masyarakat Libya, terutama mereka yang kehilangan orang yang dicintai pada serangan terakhir. “Sekertaris-Jenderal mengajak semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam tindakan mereka, untuk memperkecil kehilangan hidup warga sipil,”kata pernyataan tersebut. Beliau menegaskan kembali pandangannya yang kuat bahwa tidak ada solusi militer terhadap krisis Libya dan menyerukan gencatan senjata dengan proses politik yang akan memenuhi aspirasi rakyat Libya, mengatakan bahwa gencatan senjata merupakan cara satu-satunya yang layak untuk mencapai perdamaian dan keamanan. Ban menghimbau semua pihak yang berkonflik untuk terlibat secepatnya dengan Khatib dan merespon “secara konkrit dan positif” ide-ide yang disajikan kepada mereka. Kedua pihak yang bertikai tetap dibagi pada bagaimana untuk mencapai solusi politik terhadap krisis, yang mana telah mengakibatkan sekitar 630.000 orang melarikan diri sejak Februari dan sebanyak 200.000 pengungsi lainnya di dalam negeri. Dalam pembicaraannya dengan Perdana Menteri, Sekertaris-Jenderal yang saat ini tengah melakukan kunjungan resmi ke Korea, juga menyuarakan keprihatinan tentang kurangnya pasokan medis dan bahan bakar, yang menambah urgensi untuk kebutuhan dalam mengatasi kebutuhan kemanusiaan. Diterjemahkan oleh Ratna Kartika Sari |
||||
|
||||