![]() |
|
Setelah serangan mematikan di Nigeria, pejabat tinggi PBB bertekad takkan goyah dari tugasnya |
||||
|
29 Agustus 2011 – Mengingat serangan mematikan terhadap perkantoran PBB pada hari Jumat (26/08) di ibukota Nigeria “ini moral yang tercela,” Wakil-Sekretaris-Jenderal telah bertemu dengan mereka yang selamat dari pengeboman dan berjanji bahwa PBB tidakakan goyah dalam melanjutkan tugasnya. Asha-Rose Migiro berkunjung ke Abuja pecan ini – bersama dengan Grogory Starr, Wakil-Sekretaris-Jenderal untuk Keselamatan dan Keamanan – untuk melihat secara langsung kehancuran yang diakibatkan oleh bom bunuh diri, yang menewaskan atau melukai sejumlah orang. Berbicara dengan wartawan pada hari Minggu (28/08) setelah mengunjungi Perkantoran PBB dan bertemu dengan mereka yang terluka di sebuah rumah sakit di Abuja, Migiro menekankan bahwa “ini adalah sebuah serangan kepada mereka yang yang sedang menolong masyarakat Nigeria.” |
|||
Beliau melihat bahwa mereka yang tewas termasuk petugas kebersihan dan petugas penjagaan, petugas kemanusiaan dan beberapa pejabat Pemerintah. “Sasaran ledakan terhadap mereka keterlaluan dan merupakan moral yangtercela,” tutur Migiro. “Diantara pegawai PBB yang saya temui pada hari Senin (29/08) di rumah sakit sudah menyampaikan sebuah pesan yang jelas. Mereka menginginkan tugas mereka dilanjutkan. Bagi seorang perempuan yang juga petugas kebersihan, sudah jelas dia tidak bias melanjutkan pekerjaan untuk mencari nafkah bagi keluarganya. “Serangan semacam ini tidak akan menggoyangkan kami dalam menjalankan tugas kami, atau mendapatkan simpati dari kami apapun motivasinya.” “Kami semua ingin tau apa yang sebenarnya terjadi, dan apa yang bias dilakukan di masa mendatang untuk memperkuat keamanan.” Migiro mengatakan bahwa para petugas tanggap darurat sedang menyediakan bantuan, bekerja dengan pihak medis dan SAR dari Nigeria dan beberapa negara lainnya. Dalam sebuah pertemuan dengan para pegawai PBB di Abuja, Migiro mengatakan bahwa beliau merasakan “sangat hancur atas apa yang dilihatnya: reruntuhan, kehidupan yang hancur oleh para teroris.” Sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh PBB sedang berlangsung, yang telah dikutuk baik oleh Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon dan para Negara Anggota Dewan Keamanan. “Tak ada yang lebih penting dibandingkan dengan nyawa kita – nyawa para pegawai kita,” tutur Migiro. “Melindungi Anda adalah tugas utama kami – tanggungjawab utama kami.” Ratusan staf dari 26 badan PBB yang berbeda dan lembaga lainnya berada di perkantoran PBB ketika bom meledak pada hari Jumat (26/08) pada pukul 11 pagi waktu setempat. |
||||
|
||||