![]() |
|
Sudan menunda evakuasi untuk Pasukan Penjaga Perdamaian yang terluka – Pejabat PBB |
||||
|
4 Agustus 2011 – Otoritas Sudan mengancam akan menembak helikopter yang akan mengevakuasi tiga anggota Pasukan Penjaga Perdamaian PBB yang terluka di daerah konflik Abyei, Sudan. Hal ini menyebabkan misi penyelamatan tertunda hingga tiga jam, menurut kepala Pasukan Penjaga Perdamaian PBB hari Kamis (4/8). Empat anggota pasukan ‘helm biru’ –yang merupakan bagian dari Pasukan Keamanan Interim PBB untuk Abyei (UNISFA) yang baru didirikan – tewas dan tujuh lainnya terluka pada hari Selasa setelah kendaraan patroli mereka terkena ranjau darat. Salah satu prajurit tewas di tempat, dan tiga lainnya yang tengah menanti untuk dievakuasi akhirnya menyerah pada maut, menurut Alain Le Roy, Wakil-Sekretaris-Jendral PBB untuk Operasi Penjaga Perdamaian. |
|||
“Kami tidak mendapatkan izin lewat untuk segera melepas-landaskan helikopter Medevac,” Le Roy mengatakan kepada reporter di Markas Besar PBB. Beliau mengatakan bahwa ada ancaman untuk menembak helikopter tersebut jika ia terbang tanpa izin lewat. Sebuah dewan penyelidik telah memulai penyelidikan terhadap insiden tersebut dan Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon telah mengangkat masalah ini kepada otoritas Sudan, menurut Le Roy. Beliau menekankan bahwa bagi pasukan yang menjalani misi di suatu wilayah berdasarkan perjanjian dari PBB dan pemerintahan negara tersebut, penerbangan untuk evakuasi medis tidak membutuhkan perizinan terlebih dahulu. Le Roy juga mengatakan bahwa sulit untuk dikatakan apakah mungkin nyawa tiga anggota pasukan penjaga perdamaian tersebut dapat diselamatkan seandainya saja helikopter tersebut diberi izin untuk terbang. Lebih dari 1.500 pasukan, semuanya terdiri dari orang Ethiopia, ditempatkan di Abyei sejak Dewan Keamanan PBB pada bulan Juni menyetujui untuk didirikannya UNISFA, menyusul kekerasan antara utara dan selatan yang memaksa lebih dari 100.000 orang meninggalkan tanah air mereka. Diterjemahkan oleh: Anisa Menur |
||||
|
||||