![]() |
|
Suriah: PBB khawatir akan laporan serangan mematikan di kota pelabuhan Latakia |
||||
|
14 Agustus 2011 – Perserikatan Bangsa-Bangsa yang membantu pengungsi Palestina mengungkapkan kekhawatiran mereka pada hari Minggu (14/8) terhadap laporan terjadinya penembakan oleh pasukan keamanan Suriah di kemah pengungsi di kota pelabuhan Latakia, yang membunuh dan melukai sejumlah penghuni kemah. Laporan media massa mengindikasikan bahwa militer Suriah terlibat dalam penyerangan beruntun di Latakia, yang menggunakan kendaraan berlapis baja untuk menyerang demonstran sipil. Sejauh ini, setidaknya 19 orang dilaporkan tewas. Serangan terhadap Latakia ini merupakan yang terbaru dari rangkaian konfrontasi antara pasukan pemerintah dan demonstran, sejak sejumlah besar penduduk Suriah turun ke jalan pada pertengahan Maret untuk menuntut kebebasan. |
|||
Dalam lima bulan terakhir ini, sebanyak 2.000 orang telah tewas dan pejabat-pejabat tinggi PBB, termasuk Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon, telah berbicara menentang sejak kekerasan muncul. Badan PBB untuk Bantuan Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mengeluarkan sebuah pernyataan kekhawatiran terutama terhadap laporan penggunaan senjata berat oleh pasukan Suriah di kemah pengungsi Palestina di distrik El Ramel, Latakia. “Laporan dari berbagai sumber mengindikasikan terjadinya kematian dan cedera di antara pengungsi Palestina, walaupun sarana komunikasi yang buruk menyulitkan konfirmasi jumlah korban tewas dan terluka,” menurut juru bicara UNRWA, Chris Gunness. “UNRWA mengutuk penggunaan kekerasan terhadap penduduk sipil,” beliau mengatakan. “Kami menyerukan otoritas Suriah untuk memerintahkan pasukan keamanan mereka untuk bertindak sesuai hukum internasional dan memastikan bahwa semua penduduk sipil, termasuk pengungsi Palestina, dalam keadaan aman. “Kami menuntut akses yang cepat dan tak terbatas bagi pekerja kemanusiaan untuk merawat mereka yang terluka. Sebagai tambahan, kami menuntut adanya akses tak terbatas untuk UNRWA sehingga badan tersebut dapat melanjutkan pekerjaannya di kemah, yang sangat terpengaruh oleh kerusuhan. Demonstrasi di Suriah merupakan bagian dari gelombang kebangkitan yang lebih luas yang melanda Timur Tengah dan Afrika Utara sejak awal tahun ini, dan telah berakhir dengan jatuhnya rezime di Tunisia dan Mesir, konflik berkepanjangan di Libya, dan kerusuhan di Yaman dan Bahrain. Diterjemahkan oleh Anisa Menur |
||||
|
||||