![]() |
|
Timur Tengah, masalah ekonomi global dibicarakan antara kepala PBB dan para pemimpin dunia |
||||
|
Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon hari Minggu (18/9) mendiskusikan isu proses perdamaian Timur Tengah dan situasi ekonomi global dengan beberapa pemimpin dunia yang telah tiba di New York untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi minggu ini di PBB. Dalam pertemuan beliau dengan Sheikh Naser Al-Mohammad Al-Ahmad Al-Sabah, Ban dan Perdana Menteri Kuwait meninjau perkembangan di kawasan tersebut, termasuk proses perdamaian Timur Tengah, situasi yang berkembang di Suriah dan hubungan antara Kuwait dan Irak. Sekretaris-Jenderal juga berterima kasih pada Kuwait atas perannya dalam memobilisasi dana untuk merespon krisis Tanduk Afrika, dan beliau menunjukkan apresiasinya atas peningkatan yang signifikan terhadap kontribusi negara pada Pusat Dana Tanggap Darurat (CERF). |
|||
Ban menegaskan panggilannya untuk membebaskan para tahanan politik saat ini di Myanmar selama pertemuan beliau dengan Menteri Luar Negeri Asia Tenggara, Wunna Maung Lwin. Beliau juga mengakui perkembangan terakhir di negara tersebut dan mendorong Pemerintah meningkatkan upaya reformasi untuk membawa transisi inklusif. Ban dan Menteri Luar Negeri Yunani, Stavros Lambrinidis, membahas perundingan yang didukung PBB dalam mempersatukan kembali Siprus, dan status negosiasi yang difasilitasi oleh badan dunia antara Athena dan Skopje untuk menyelesaikan sengketa panjang yang berjalan lebih lama dari nama resmi Republik Makedonia Yugoslavia. Persiapan untuk pemilihan senator mendatang di Republic Kongo, situasi pengungsi dan perdamaian lainnya dan perkembangan keamanan di sub-wilayah Afrika Tengah antara isu-isu yang dibahas dalam pertemuan antara Sekretaris-Jenderal dan Menteri Luar Negeri negara itu, Basile Ikouebe. Ban juga bertemu dengan Duta Besar Irwin LaRocque, Sekretaris-Jenderal Masyarakat Karibia (CARICOM), dimana beliau membahas isu-isu yang menarik bagi kawasan Karibia, seperti perubahan iklim, serta kerjasama antara Sekretariat CARICOM dan sistem PBB. Lebih dari 120 kepala Negara dan pemerintah dijadwalkan untuk menghadiri sesi ke-66 Majelis Umum minggu ini, selama serangkaian pertemuan tingkat tinggi mengenai isu-isu mulai dari penyakit tidak menular dan gizi sampai keselamatan nuklir dan desertifikasi juga akan digelar. Diterjemahkan Oleh Marita Kurniasari Permata Dewi |
||||
|
||||