UNESCO siapkan dana untuk tutupi defisit anggaran

 

10 November 2011 – Kepala Badan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya PBB (UNESCO) mengatakan pada hari Kamis (10/11) bahwa badan ini akan menghentikan beberapa aktivitas untuk sementara waktu karena defisit anggaran sebesar $65 juta akibat keputusan Amerika Serikat menahan iurannya, dan meluncurkan alat online baru yang memungkinkan para donor untuk membantu menutupi kerugian.

Pendanaan baru adalah satu dari beberapa langkah yang diumumkan oleh Direktur-Jenderal Irina Bokova dalam pidatonya pada Konferensi Umum UNESCO sesi ke-36 yang berakhir pada hari Kamis (10/11) di Paris.

“UNESCO menghadapi situasi yang sulit,” beliau mengatakan kepada badan tertinggi yang berkuasa. “Ini adalah ujian bagi organisasi kami.”

Washington – yang berkontribusi 22 persen dari anggaran UNESCO – menangguhkan iurannya setelah badan ini mengakui Palestina sebagai anggota penuh pada tanggal 31 Oktober. Bokova telah memperingatkan bahwa mengurangi dana akan mempengaruhi kemampuan badan ini untuk melaksanakan program-program krusial dalam pendidikan, mendukung kelahiran demokrasi dan melawan aliran keras agama.

Beliau mengatakan UNESCO saat ini menghadapi defisit anggaran sebesar $65 juta – jumlah sisa yang harus dibayarkan oleh Amerika Serikat pada tahun 2011.

Untuk menutupi kekurangan dana hingga akhir tahun 2011, Direktur-Jenderal mengatakan UNESCO telah mulai meninjau dengan cermat seluruh rencana kegiatan untuk bulan November dan Desember. “Saya telah meminta kegiatan-kegiatan tertentu untuk merevisi dana mereka sementara ini.” tutur beliau.

Sebagai tambahan, badan ini mengumumkan beberapa langkah untuk mencoba berurusan dengan defisit anggaran, termasuk pendanaan baru yang dibuka bagi Negara-negara Anggota, institusi publik, yayasan dan individu, semuanya dapat memberikan donasi secara online. Gabon segera mengumumkan hal itu dan akan membuat donasi sebesar $2 juta.

“Hal ini bukan sekedar dana lebih untuk anggaran,” tutur Bokova. “Dana ini akan langsung diberikan untuk mendukung kegiatan-kegiatan utama kita, supaya mereka tidak terpengaruh dengan situasi kesulitan finansial.”

Beliau juga mendesak Negara-negara Anggota untuk segera mendukung kenaikan dalam Dana Modal Kerja untuk tahun 2012-2013 dari $30 juta menjadi $65 juta; mengajak semua pemerintah untuk memberikan kontribusi penilaian mereka sedini mungkin pada tahun 2012; dan diusulkan untuk menunda sistem dimana Negara-negara Anggota yang membayar iuran mereka tepat waktu akan mendapatkan pengurangan.

“Ini bukanlah keputusan yang dapat dipilih. Ini adalah keputusan yang mendesak,” beliau menyatakan. “Sayangnya, saya tidak yakin kita dapat menunggu, atau bahwa ini adalah keputusan-keputusan yang dapat ditunda.”

Bokova juga mencatat bahwa keputusan Amerika Serikat telah menstimulasi pencurahan  dukungan yang “belum pernah terjadi sebelumnya” untuk UNESCO dari individu, asosiasi dan perusahaan swasta di seluruh dunia.

“Saya melihat dukungan-dukungan ini sebagai pengakuan yang jelas atas hal-hal baik yang telah dilakukan UNESCO di dunia. Ini merupakan indikator kesuksesan yang konkrit.” beliau mengatakan.

 

Diterjemahkan oleh Marita Kurniasari Permata Dewi