![]() |
|
Upaya cegah dan obati HIV/AIDS perlihatkan kemajuan – laporan PBB |
||||
|
21 November 2011 – Upaya global untuk mencegah dan mengobati HIV/AIDS memperlihatkan hasil yang positif, tetapi upaya transformatif dibutuhkan untuk mempercepat kemajuan, menurut laporan terakhir yang dikeluarkan oleh badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memimpin perlawanan terhadap penyakit pada hari Senin (21/11). The Report on the Global AIDS Epidemic 2011,diproduksi oleh Program Bersama PBB dalam HIV/AIDS (UNAIDS), menunjukkan adanya penurunan yang signifikan dalam angka penularan dan kematian diakibatkan HIV, serta peningkatan jumlah orang yang mempunyai akses pengobatan. Penularan HIV berada di angka terendahnya sejak puncak epidemik di tahun 1997, dengan 2.7 juta penularan baru pada tahun 2010, kebanyakan dikarenakan perubahan perilaku seks kaum muda, terutama di sub-Sahara Afrika. |
|||
Dua puluh satu negara dengan prevalensi tinggi melaporkan adanya penurunan kejadian HIV di kalangan pria berusia 15 sampai 24 tahun pada tahun lalu, dibandingkan 16 negara di tahun 2009. Kejatuhan terparah terjadi di negara-negara sub-Sahara Afrika seperti Botswana, Burkina Faso, Ethiopia, Ghana, Kenya, Malawi, Namibia, Nigeria, Tanzania, Togo dan Zimbabwe. |
||||
![]() |
||||
| 34 juta orang di dunia saat ini mengidap HIV/AIDS
Laporan tersebut juga memperlihatkan kenaikan jumlah orang yang mengidap HIV di dunia – saat ini diperkirakan berkisar 34 juta orang, naik 17 persen dari tahun 2001. Walaupun kenaikan angka ini mencerminkan penularan HIV baru, juga merupakan hasil dari peningkatan akses pada terapi antiretroviral, yang telah membantu mengurangi kematian terkait AIDS. Saat ini, 6.6 juta orang di negara berpenghasilan rendah- dan menengah – hampir setengah dari mereka memenuhi syarat untuk pengobatan – mendapat akses pada terapi antiretroviral. Laporan ini juga memperkirakan total kematian 2.5 juta orang telah dihindari di negara berpenghasilan rendah dan menengah sejak 1995 karena terapi antiretroviral, dengan 700,000 kematian terkait AIDS pada tahun 2010.
|
||||
![]() |
||||
Penularan HIV berada di angka terendahnya sejak puncak epidemik pada tahun 1997 De Lay menambahkan bahwa terobosan ilmiah telah menunjukkan bagaimana orang-orang yang menerima pengobatan menjadi kurang menular seiring dengan waktu, mengurangi resiko infeksi pada pasangan mereka dan mengurangi kemungkinan penularan dari ibu ke bayi yang baru lahir. De Lay mengatakan kemajuan dalam beberapa tahun terakhir ini penting sejak terjadinya pemotongan dana akibat crisis ekonomi global. Tahun lalu, pendanaan dari negara-negara donor berubah dari $7.6 miliar menjadi $6.9 miliar, mewakili 10 persen setiap pengurangan. “Salah satu hal yang difokuskan oleh laporan ini yaitu bagaimana negara-negara dapat menghabiskan jumlah yang mereka miliki sekarang dengan cara yang cerdas sehingga mereka mendapatkan dampak yang lebih,” tutur De Lay, menmgungkapkan keprihatinan atas penurunan dalam pendanaan tidak hanya dari donor-donor internasional tetapi dari yayasan dan lembaga-lembaga domestic di negara-negara dengan angka penularan tinggi. Di samping itu, UNAIDS menekankan dalam laporannya bahwa walaupun poin data ini mengenai bertambahnya kemajuan, respon transformatif tetap dibutuhkan untuk mencapai target 2015 yang ditetapkan oleh Negara-negara Anggota pada bulan Juni melalui Deklarasi Politik tentang HIV/AIDS, dan untuk mendukung visi tidak adanya penularan HIV baru, tidak ada diskriminasi dan tidak ada kematian terkait AIDS di masa yang akan datang. “Kita harus bergerak dari pendekatan jangka pendek, yang sedikit demi sedikit menjadi respon strategis jangka panjang dengan investasi yang tepat,” tutur Michel Sidibé, Direktur Eksekutif UNAIDS. “Dunia menghadapi pilihan yang jelas: mempertahankan upaya saat ini dan membuat kemajuan yang lebih lagi, atau investasi dengan cerdas dan mencapai kesuksesan penanggulangan AIDS dengan cepat,” tutur laporan AIDS, menyerukan peningkatan dalam strategi cerdas dan komitmen dari negara-negara. Laporan ini juga memetakan kerangka baru untuk investasi AIDS, yang berfokus dalam mendapatkan dampak yang tinggi dan strategi nilai yang tinggi. Kerangka kerja ini didasarkan pada beberapa unsur, termasuk memfokuskan intervensi bagi populasi yang beresiko tinggi seperti pekerja seks dan orang –orang yang menyuntikkan narkoba; mempromosikan program perubahan perilaku; dan meningkatkan pengobatan dan perawatan bagi orang-orang yang mengidap HIV.
Diterjemahkan oleh Marita Kurniasari Permata Dewi |
||||