11 Juli 2011 – Konflik di Libya memasuki bulan kelima dan menunjukkan tidak ada tanda-tanda membaik, hal ini penting bagi beberapa pihak untuk melipatgandakan upaya mereka bagi solusi politik dan untuk meringankan penderitaan yang terjadi pada masyarakat Afrika Utara, menurut salah seorang senior PBB, hari Senin (11/7).
“Proses negosiasi untuk mencapai solusi telah dimulai, sayangnya masih ada jarak yang besar untuk menemukan solusi.” Abdul Elah Al-Khatib, Utusan Khusus Sekertaris-Jenderal untuk Libya mengatakan kepada wartawan setelah bertemu dengan Dewan Keamanan dalam pertemuan tertutup mengenai perkembangan terbaru.
“Demi rakyat Libya, saya sangat berharap, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai solusi dapat dipersingkat, tetapi ini membutuhkan visi yang lebih baik dan akan bergerak kearah itu.”
Ratusan orang dikabarkan tewas – and ratusan ribu diungsikan– sejak kekuatan oposisi melawan rezim Muammar al-Qadhafi pada bulan Februari sebagai bagian dari gerakan pro-demokrasi yang lebih luas di Afrika Utara dan Timur Tengah.
“Sudah banyak rakyat Libya yang tewas. Ini harus jelas bahwa setiap akhir dari konflik yang berkepanjangan membutuhkan solusi politik dan solusi ini harus memenuhi aspirasi dari masyarakat Libya untuk mencapai masa depan yang damai dan demokrasi,“ kata Al-Khatib.
“Berjuang sampai akhir hanya akan mengakibatkan lebih banyak penderitaan yang tidak perlu,” kata seorang utusan yang mengunjungi Ibukota Libya, Tripoli, pada hari Sabtu dan mengadakan peretemuan dengan Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri.
Beliau mendesak para pihak untuk meningkatkan focus mereka menuju penyelesaian konflik, beliau mengatakan bahwa ingin melihat pembicaraan tidak langsung berubah menjadi pembicaraan langsung.
Meski sebenarnya rakyat Libya yang menentukan solusi apa yang sebaiknya, beliau mengatakan isu utama yang akan dinegosiasikan adalah untuk mencapai sebuah persetujuan pada tingkat institusi yang bertugas untuk menangani pada saat transisi. “Negosiasi ini harus inklusif dan melibatkan semua perwakilan dari kelompok politik dan sosial, serta berbagai fraksi, kawasan dan suku-suku.”
Sementara itu, pertempuran telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, kata Al-Khatib dan situasi kemanusiaan tetap “mengerikan.”
Beliau menekankan pentingnya meringankan penderitaan yang disebabkan oleh konflik, dan menambahkan bahwa PBB terus-menerus bekerja untuk menilai situasi kemanusiaan di lapangan dan untuk membantu memastikan bahwa bantuan mencukupi untuk orang yang membutuhkan. “Menangani bantuan kemanusiaan sangat penting,” beliau mengatakan.
Beliau menambahkan bahwa pertemuan yang akan datang di Istanbul, Turki, akhir minggu ini akan memberikan kesempatan untuk lebih mengkoordinasikan tindakan masyarakat internasional untuk mendukung perdamaian di Libya.
Diterjemahkan oleh Ratna Kartika Sari |